logo


Akui Pernah Bersekutu dengan Musuh Negara, Ferdinand: Saya Dimanfaatkan dan Ditipu

Ferdinand sadar FPI dan HTI bukan sekutu yang tepat setelah mempelajari keduanya.

3 Januari 2022 05:00 WIB

Ferdinand Hutahaean
Ferdinand Hutahaean twitter.com/ferdinandhaean3

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Eks politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengakui pernah bersekutu dengan musuh negara. Kendati begitu, ia menegaskan kala itu tertipu karena belum memahami sepenuhnya konsep khilafah.

Hal itu dibeberkan lewat akun Twitter @FerdinandHaean3, sekaligus menanggapi pihak yang terus mengungkit masa lalunya.

“Bagi gerombolan qadrun yang masih doyan menyerang masa lalu politik saya, ini sudah saya jelaskan secara gamblang. Saya dimanfaatkan dan ditipu oleh kaum perusak bangsa yang ternyata adalah musuh negara,” tulisnya, dikutip Senin (3/1).


Indeks Kebahagiaan Warga Jakarta Rendah, Ferdinand: Anies Tak Bekerja untuk Rakyat

Sebelumnya, Ferdinand merespons gunjingan yang menyebutnya ‘penjilat’ usai keluar dari Partai Demokrat dan memihak pemerintahan Presiden Jokowi. Dia mengaku memutuskan hal itu setelah menyadari sekutunya pada Pilpres 2019 lalu adalah musuh negara.

“Saya mengikuti banyak perkumpulan yang mana kala itu banyak dimotori oleh ormas-ormas yang secara nyata bisa menghadirkan massa militan. Merekalah FPI dan HTI yang menunggangi Gerakan politik Prabowo sebagai calon presiden dan Prabowo menunggangi mereka sebagai pengumpul suara,” jelas dia.

Pada awalnya, Ferdinand mengaku tak pernah mempelajari HTI beserta konsep khilafahnya dan FPI yang selalu tampil terdepan dalam setiap konflik bangsa.

“Akhirnya Pilpres usai, saya pun memfokuskan sedikit waktu untuk mempelajari keduanya, dan saya menemukan fakta-fakta dan informasi yang membuat saya tercengang, dan tibalah saya pada kesimpulan bahwa saya telah salah memilih sekutu,” ujarnya.

Eijkman Dilebur ke BRIN, Demokrat Singgung TWK Pegawai KPK

Halaman: 
Penulis : Iskandar