logo


Sanksi AS Nggak Dicabut, Pendapatan Huawei Tahun 2021 Kembali Anjlok 29 Persen

Huawei diketahui sudah menerima sanksi dari Amerika Serikat pada 2019 yang lalu karena dinilai berbahaya bagi keamanan nasional AS

2 Januari 2022 04:30 WIB

Huawei
Huawei Metro

BEIJING, JITUNEWS.COM - Raksasa telekomunikasi China, Huawei Technologies, memperkirakan jika pendapatan perusahaan selama tahun 2021 kemarin telah turun hampir 30 persen. Hal itu tak lepas dari adanya sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintah AS terhadap perusahaan milik Ren Zhengfei tersebut.

Salah satu petinggi perusahaan, Guo Ping, mengatakan dalam sebuah surat ucapan Tahun Baru kepada karyawan Huawei pada Jumat (31/12) bahwa pendapatan untuk tahun ini diharapkan menjadi 634 miliar yuan (US$99,48 miliar), atau turun 28,9 persen dari pendapatan 2020 yang mencapai 891,4 miliar yuan.

Guo mengatakan tahun depan "akan datang dengan tantangan yang adil" tetapi dia puas dengan kinerja bisnis 2021 Huawei.


Gelombang Tsunami Covid-19, Omicron Jadi Varian Dominan di Perancis

"Lingkungan bisnis yang tidak terduga, politisasi teknologi, dan gerakan deglobalisasi yang berkembang semuanya menghadirkan tantangan serius," demikian tulis Guo Ping dalam surat tersebut, yang dipublikasikan di situs web perusahaan, dikutip Reuters.

Pada tahun 2019 yang lalu, pemerintahan Donald Trump AS memberlakukan larangan perdagangan terhadap Huawei, dengan alasan keamanan nasional. Dengan sanksi tersebut, Semua perusahaan asal AS dilarang bekerja sama dengan Huawei, termasuk Google. Sehingga, smartphone Android Huawei tak lagi mendapatkan dukungan dari Google.

Selain itu, menyebarnya virus Corona juga ikut berkontribusi terhadap penurunan penjualan Huawei.

"Kita harus tetap berpegang pada strategi kita dan menanggapi secara rasional kekuatan eksternal yang berada di luar kendali kita," kata Guo.

Meski demikian, Huawei akan terus fokus pada infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dan perangkat pintar.

Afghanistan Hancur karena Perjanjian AS-Taliban

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia