logo


Singgung Bimbingan Pranikah, Menko PMK: Biar Mereka Lebih Siap

Menko PMK kunjungi Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) dan menyinggung soal bimbingan pranikah.

1 Januari 2022 10:56 WIB

Menko PMK Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy Humas Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM -Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Kota Tangerang pada Jumat (31/12). Salah satunya adalah untuk sosialisasi persiapan menuju Generasi Indonesia Emas 2045 kepada sivitas akademika di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).

“Tadi saya memberikan ceramah tentang persiapan menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045. Kalau 2045, berarti yang sekarang kuliah di UMT ini usianya 18-20 nanti mereka usianya antara 40-45. Itulah puncak usia produktif mereka dan yang akan memegang peranan penting Indonesia Emas 2045 itu ya mereka yang sekarang sedang kuliah di perguruan tinggi termasuk di UMT,” ujarnya.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu pun menyampaikan salah satu kebijakan radikal pemerintahan Presiden Jokowi bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak dimulai dari tengah, melainkan dari hulu yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan atau sejak dalam kandungan sampai 2 (dua) tahun dalam susuan ibu.


Menko PMK: Mestinya Puskesmas di Kepulauan Seribu Miliki Ruang Rawat Inap

Guna mendukung hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan program bimbingan pranikah bagi para calon pengantin. Tujuannya agar calon pengantin, khususnya perempuan, dapat diberikan bekal agar siap menjalani kehidupan rumah tangga dan melahirkan keturunan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

“Program bimbingan pranikah itu kemarin sudah dilaunching oleh Kepala BKKBN di Boyolali. Jadi, bagi mereka yang mengikuti bimbingan pranikah itu nanti akan diberikan sertifikat dan harapannya tentu mereka lebih siap karena sudah dibekali pengetahuan mulai dari kesehatan reproduksi, membangun ekonomi keluarga, hingga kehidupan berkeluarga,” ungkapnya.

Menko PMK juga mengungkap data Bank Dunia yang menyebutkan angkatan kerja di Indonesia sekitar 52% merupakan mantan stunting. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh terjadi kembali untuk generasi selanjutnya.

“Karena itu, Pak Presiden meminta tahun 2024 nanti angka stunting kita harus di kisaran 14%, sekarang masih sekitar 24%. Ini adalah tugas kita bersama agar masa depan Indonesia ke depan kita bisa menjadi bangsa yang maju dan berdaya saing,” pungkas Menko PMK.

Bantah Anaktirikan Idul Adha Ketimbang Natal Terkait Pembatasan, Pemerintah Ungkap Angka Covid

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati