logo


Ada 600 Lebih Situs Radikal Ditake-down Selama 2021

BNPT telah mencatatkan lebih 600 situs/akun berpotensi radikal dengan rincian konten propoganda sebanyak 650 konten.

28 Desember 2021 17:30 WIB

Boy Rafli
Boy Rafli Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) sepanjang 2021 terus memperkuat tugas dan fungsinya dalam penanggulangan terorisme di Indonesia dengan memprioritaskan program pencegahan dan penanggulangan meski di tengah pandemi Covid-19.

Kepala BNPT, Komjen Pol, Boy Rafli Amar mengatakan bahwa BNPT telah mencatatkan lebih 600 situs/akun berpotensi radikal dengan rincian konten propoganda sebanyak 650 konten.

Dimana 650 konten itu terdiri dari 409 adalah konten umum yang merupakan konten informasi serangan, 147 konten dari anti NKRI, 85 konten anti Pancasila, 7 konten intoleran ggdan 2 konten takfiri.


Sebut Ketua KPK Firli Bahuri Idola Peserta 212, Munarman: Dulu Ada di Mobil Komando Bersama Saya

“Terdapat juga konten pendanaan sebanyak 40 konten dan konten pelatihan sebanyak 13 konten. Seluruh konten telah ditake-down bekerja sama dengan Dirjen Aptika Kementrian Komunikasi dan Informatika,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Dalam rangka pemulihan korban, Boy mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengidentifikasi 1.384 korban termasuk WNA dan WNI di 15 provinsi di seluruh Indonesia.

“Pada tahun 2021, pemerintah telah membayarkan kompensasi kepada 215 orang korban tindak pidana terorisme dengan nominal sebesar Rp 39.205.000.00,” tuturnya.

Sedangkan pada kegitan deradikalisasi, BNPT sepanjang 2021 telah melaksanakan identifikasi terhadap 66 narapidana terorisme, rehabilitasi terhadap 44 narapidana terorisme, reedukasi terhadap 18 narapidana terorisme dan reintegrasi soaial terhadap 9 narapidana terorisme.

“Kegiatan rehabilitasi ini dilaksanakan di 24 lapas,” pungkasnya.

Munarman Merasa Kasus Terorisme Adalah Fitnah dan Jadi Target Operasi, Ini Kata Jaksa

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar