logo


Kasus Covid-19 Kembali Naik, Seluruh Gerai Apple di New York Ditutup

Apple memutuskan untuk menutup seluruh gerai ritel mereka di kota New York menyusul peningkatan kasus infeksi Covid-19

28 Desember 2021 15:30 WIB

Logo Apple
Logo Apple reuters

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Raksasa teknologi Amerika Serikat, Apple, pada Senin (27/12) memutuskan untuk menutup seluruh gerai ritelnya yang terletak di kota New York menyusul peningkatan kasus COVID-19 seiring dengan penyebaran varian Omicron di seluruh wilayah Amerika Serikat. Toko-toko yang ditutup termasuk beberapa outlet di kawasan Fifth Avenue, Grand Central dan SoHo.

Meski demikian, para pelanggan masih dapat mengambil pesanan online di toko.

"Kami secara teratur memantau kondisi dan kami akan menyesuaikan langkah-langkah kesehatan dan layanan toko kami untuk mendukung kesejahteraan pelanggan dan karyawan," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, dikutip Channel News Asia.


Petinggi Militernya Tewas Ditangan AS, Iran: Terorisme Negara

Awal bulan Desember kemarin, Apple mengatakan telah menutup sementara tiga toko di Amerika Serikat dan Kanada setelah peningkatan kasus COVID-19 usai sejumlah karyawan toko mereka terinfeksi virus tersebut.

Untuk alasan yang sama, Apple juga mewajibkan seluruh pelanggan dan karyawannya untuk tetap memakai masker saat berkunjung dan beraktivitas di toko ritel AS.

Secara global, kekhawatiran atas varian Omicron telah mendorong perusahaan-perusahaan besar untuk memperketat protokol mereka.

Pengadilan AS awal bulan ini kembali mengeluarkan aturan wajib vaksin COVID-19 atau pengujian nasional untuk bisnis besar, yang mencakup 80 juta pekerja Amerika. Keputusan tersebut ditentang oleh sejumlah perusahaan, dimana beberapa diantaranya melayangkan surat gugatan kepada Mahkamah Agung untuk membatalkannya.

AS Didesak Segera Hapus Sanksi atas Ekspor Minyak Iran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia