logo


Sepakat Premium Sulit Dihapus Gegara Mafia Migas, Ahok: Faktanya 80 Persen Rakyat Pakai Pertalite

Ahok sebut masyarakat Indonesia sebagian besar menggunakan BBM jenis Pertalite

28 Desember 2021 08:11 WIB

Basuki Tjahaja Purnama / Ahok
Basuki Tjahaja Purnama / Ahok Detikcom

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku sepakat dengan pendapat pakar yang menyatakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium sulit dihapus karena adanya mafia migas ata pemburu ritel impor.

"Setuju," kata Ahok dilansir detikcom, Senin (27/12/2021).

Ahok mengatakan bahwa kilang modern BBM menghasilkan BBM dengan oktan tinggi. Sementara, untuk menghasilkan Premium harus dilakukan proses pencampuran agar oktan rendah.


Premiun dan Pertalite Bakal Dihapus 2022, Ustaz Hilmi: Kasihan Rakyat Kecil

Selain itu, kata dia, masyarakat Indonesia sebagian besar menggunakan BBM jenis Pertalite. Ole karena itu, ia heran dengan pihak yang menentang penghapusan Premium mengatasnamakan rakyat.

"Kilang modern hasilkan BBM oktannya tinggi. Mau jualan Premium harus campur nafta buat turunkan lagi. Mungkin ini jadi kerjaan tambahan? Dan ada pemasok? Dan belinya terbatas dan tertentu? Dan sering sekali atas nama rakyat Premium nggak boleh dihapus. Faktanya hampir 80% pengisi BBM itu pakai Pertalite," terangnya.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan bahwa penghapusan BBM jenis Premium akan menguntungkan Pertamina. Pasalnya, biaya transportasi akan berkurang, selain itu biaya subsidi bisa juga berkurang.

Namun, ia pesimis wacana penghapusan Premium akan terealisasi tahun depan. Ia menyebut wacana itu sudah berjalan lama namun tidak dapat dilaksanakan karena adanya pemburu rente impor.

"Saya tidak yakin tahun depan Premium benar-benar dihapuskan. Pasalnya, sejak 2017 penghapusan Premium sudah diwacanakan, tetapi hingga kini tidak pernah direalisasikan. Kendalanya, saya menduga, pemburu rente impor Premium selalu mencegah rencana penghapusan Premium," ujarnya.

Libur Natal, Konsumsi Pertamax Naik 17%

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati