logo


Bikin Untung Pemerintah, Gaikindo Minta Relaksasi PPnBM Dibikin Permanen

Pemerintah diketahui sudah memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) terhadap puluhan mobil baru sejak Maret hingga akhir tahun 2021 ini

25 Desember 2021 09:08 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) telah memiliki beragam dampak postif di Indonesia, terutama dalam hal ekonomi.

Hal inilah yang kemudian menjadi dasar atas wacana untuk membuat kebijakan tersebut menjadi permanen.

Sebagaimana diketahui, pemerintah sudah memberikan relaksasi PPnBM sejak Maret hingga 31 Desember untuk mobil-mobil yang diproduksi di Indonesia dengan kandungan local purchase minimal 60 persen.


Omicron Masuk RI, Pemerintah Siapkan Segala Kebutuhan untuk Tangani

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan bahwa relaksasi PPnBM tersebut terbukti membawa pemasukan bagi pemerintah dalam bentuk lain.

Meski pada awalnya sejumlah pihak menilai kebijakan ini membuat pemerintah berpotensi mengalami kerugian hingga Rp2 triliun selama tiga bulan. Namun Kukuh menjelaskan bahwa yang terjadi justru sebaliknya, dimana pemerintah malah mendapatkan pemasukan yang lebih besar, sekitar Rp5 triliun dari sektor lain.

Selain itu, tambahnya, relaksasi PPnBM juga membuat industri otomotif kembali menggeliat sehingga mampu menjaga lapangan pekerjaan tetap terbuka lebar selama pandemi.

"Ini yang sebetulnya kebijakan ini tepat guna dan bermanfaat," kata kukuh secara virtual, Rabu (22/12).

Menurutnya, ada pemikiran yang mempertanyakan apakah mobil baru yang menerima diskon PPnBM masih tergolong sebagai barang mewah sehingga perlu dikenakan pajak mewah.

"Oleh karena itu menjadi wacana dan pemikiran apa kendaraan yang dapat diskon PPnBM ini masih tergolong mewah sehingga menjadi objek pengenaan barang mewah," kata dia.

Kukuh memberikan contoh jika sepeda, radio, hingga televisi dahulu pernah dikenai pajak karena masih dianggap barang mewah di jamannya.

"Nah ternyata itu tiga contoh yang disampaikan sudah dibebaskan [dari pajak]. Ini memicu berkembangnya industri untuk memberikan lapangan kerja dan seterusnya," kata Kukuh.

Berikut puluhan mobil yang dikenakan relaksasi PPnBM hingga 31 Desember 2021.

Toyota
- Yaris
- Vios
- Sienta
- Veloz
- Innova 2.0
- Innova 2.4
- Fortuner 2.4 4x2
- Fortuner 2.4 4x4
- Agya
- Calya
- Avanza
- Rush
- Raize

Daihatsu
- Ayla
- Sigra
- Xenia
- Gran Max
- Luxio
- Terios
- Rocky

Mitsubishi
- Xpander
- Xpander Cross

Nissan
- Livina

Honda
- Brio RS
- Brio Satya
- Mobilio
- BR-V
- CRV 1.5T
- HR-V 1.5L
- HR-V 1.8L
- CRV 2.0 CVT
- City Hatchback

Suzuki
- New Ertiga
- XL7

Wuling
- Confero
- Formo

Bahar Smith Sindir KSAD Dudung Lewat Ceramahnya, Kuasa Hukum Beri Penjelasan Ini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia