logo


Gus Yaqut Mutasi 6 Pejabat Kemenag, Faizal Assegaf Singgung Arogansi Bernegara

Gaya Menag disebut gambaran 'kaum tempurung'.

23 Desember 2021 23:20 WIB

Faizal Assegaf
Faizal Assegaf twitter.com/faizalassegaf

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kritikus Faizal Assegaf diduga kembali melayangkan sindiran terhadap ormas Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, klaim NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia justru menimbulkan sikap arogan.

Pernyataan itu menanggapi keputusan Menag RI Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut)—yang juga merupakan insan NU—dalam memutasi para pejabat lingkup Kemenag, yakni Inspektur Jenderal (Irjen), Kepala Balitbang-Diklat, Dirjen Bimas Kristen, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Hindu, dan Dirjen Bimas Buddha.

“Modus klaim dari ormas terbesar melahirkan watak arogan dalam bernegara,” cuit Faizal Assegaf di akun Twitter-nya, Kamis (23/12).


Bela Kaesang soal Beli Saham Rp92 M, Ade Armando: Kualitas Pembenci Jokowi Sangat Rendah

Faizal menilai keputusan Yaqut tersebut adalah cerminan watak ‘kaum tempurung’. Dia juga menganggap orang seperti Yaqut tak pantas menjadi pejabat karena kebijakan yang diambil terkesan ugal-ugalan.

“Gaya Menag gambaran 'kaum tempurung', gemar teriak paling Pancasilais, faktanya munafik & bodoh besar. Tidak layak jadi pejabat publik, perilaku ugal-ugalan yang dipamerkan makin memprihatinkan. Sudah tepat dilawan!,” cetus Faizal.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Nizar Ali menyampaikan bahwa mutasi dan rotasi merupakan hal biasa.

“Mutasi adalah hal yang biasa untuk penyegaran organisasi,” kata Ali.

Menurutnya, Menag memiliki kewenangan untuk memutasi personel di lingkungan Kemenag dengan berbagai pertimbangan. Satu di antaranya adalah dalam rangka penyegaran organisasi.

“Alasan atau pertimbangan melakukan mutasi itu menjadi hak pejabat pembina kepegawaian (PPK) dan bukan untuk konsumsi publik,” jelas Ali.

Tak Biarkan Anies Nyapres, Ferdinand Khawatirkan Perpecahan Bangsa

Halaman: 
Penulis : Iskandar