logo


Di Hari Ibu, Camel Lubis Kenang Perjuangan Perempuan Indonesia

Camel tahu betul bagaimana perjuangan seorang ibu dalam melahirkan dan merawat buah hatinya.

22 Desember 2021 15:52 WIB

Camelia Panduwinata Lubis (kanan)
Camelia Panduwinata Lubis (kanan) ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tiap tanggal 22 Desember bangsa Indonesia merayakan Hari Ibu. Hari Ibu biasanya diadikan momentum oleh khalayak untuk mengungkapkan dan menunjukkan rasa cintanya kepada seorang ibu yang telah melahirkan.

Betapa besar jasa seorang ibu hingga bangsa Indonesia melalui Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden No. 316 tahun 1959. Keputusannya itu menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional.

Tokoh perempuan, Camelia Panduwinata Lubis mengaku bahagia tiap kali melewati tanggal 22 Desember. Ia merasakan euforia kasih sayang yang diterpancar dari banyaknya orang kepada ibundanya.


Raisa: Hari Ibu Sudah Selayaknya Dirayakan Semua Anak

Sebagai seorang anak dan juga telah menjadi seorang ibu, Camel tahu betul bagaimana perjuangan seorang ibu dalam melahirkan dan merawat buah hatinya. Oleh sebabnya Camel berharap, penghormatan kepada ibu dan juga kepada kaum perempuan umumnya dapat terus bertambah.

Camel menegaskan bahwa perayaan Hari Ibu adalah upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut dan mengisi kemerdekaan. Hari ibu juga dijadikan momentum bangsa Indonesia untuk menungkapkan rasa terima kasih atas jasa besar ibu yang telah melahirkan dan merawat anaknya.

"Hari ini 22 Desember kita bersama-sama merayakan Hari Ibu. Selain memberikan ungkapan cinta kita kepada ibunda yang telah melahirkan, mari bersama kita mengenang para pejuang perempuan dalam merebut kemerdekaan," kata Camel kepada wartawan, Rabu (22/12).

Politisi Partai Golkar ini berharap, kiprah perempuan di Indonesia dapat terus meningkat. Camel juga berdoa agar makin banyak muncul tokoh-tokoh perempuan Indonesia di segela bidang baik sosial, politik, maupun ekonomi.

Untuk diketahui, sejarah Hari Ibu yang diawali dari bertemunya para pejuang wanita dalam Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Gedung Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto, Yogyakarta.

Momentum itu yang kemudian menjadi latar belakang dan tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan di Indonesia dan memotivasi para pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib bagi kaum perempuan.

Pada Kongres Perempuan Indonesia I, yang menjadi agenda utama adalah mengenai persatuan perempuan Nusantara; peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan; peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan lain sebagainya.

Di Hari Ibu, Rhoma Irama: Rasulullah SAW Mengajarkan Memuliakan Ibu

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan