logo


Munarman Merasa Kasus Terorisme Adalah Fitnah dan Jadi Target Operasi, Ini Kata Jaksa

Jaksa mengatakan bahwa keberatan yang disampaikan Munarman tidak termasuk dalam ruang lingkup materi keberatan

22 Desember 2021 13:16 WIB

Munarman eks FPI
Munarman eks FPI twitter.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman, menyebut kasus terorisme yang menjeratnya adalah fitnah. Munarman juga merasa bahwa dirinya menjadi target operasi. Jaksa menepis pernyataan Munarman tersebut.

"Mengenai keberatan pendapat terdakwa menjadi target operasi mulai dilakukan untuk cipta kondisi terorisme FPI dan pemenjaraan terhadap terdakwa fitnah tuduhan teroris terhadap terdakwa, terhadap keberatan itu kami penuntut umum memberikan pendapat dan tanggapan sebagai berikut, bahwa semua keberatan terdakwa tersebut tentang pendapat subyektif terdakwa yang didasarkan pada argumentasi dan asumsi terdakwa," kata jaksa saat membaca tanggapan dalam sidang di PN Jaktim, Rabu (22/12).

Jaksa mengatakan bahwa keberatan yang disampaikan Munarman tidak termasuk dalam ruang lingkup materi keberatan. Menurut Jaksa, hal itu tidak perlu ditanggapi.


Munarman Terisak saat Baca Eksepsi, Ferdinand: Aku Pikir Singa, Ternyata Cuma Begini!

"Semua keberatan terdakwa tersebut tidak termasuk dalam ruang lingkup materi keberatan atau eksepsi sesuai ketentuan pasal 156 ayat 1 KUHAP, sehingga tidak perlu ditanggapi dan harus dikesampingkan," jelasnya.

"Karena latar belakang terdakwa yang juga sebagai praktisi hukum tentunya, apabila terdakwa sejak awal proses penyidikan, telah mengalami perlakuan sewenang-sewenang sebagaimana terdakwa dan penasihat hukum disampaikan dalam nota keberatan atau eksepsinya, maka seharusnya terdakwa dapat menggunakan haknya dengan mengajukan praperadilan pada saat masih dalam proses penyidikan," tegas jaksa.

Sindir Munarman yang Terisak Baca Eksepsi, Denny Siregar: Mungkin Terinspirasi Rachel Vennya

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata