logo


Jerman Usir Dua Diplomat Rusia yang Terlibat Kasus Pembunuhan Warga Chechnya pada 2019

Menlu Jerman mengatakan bahwa tindakan kriminal tersebut merupakan pelangggaran berat terhadap aturan hukum dan kedaulatan Jerman

16 Desember 2021 20:00 WIB

Menlu Jerman Annalena Baerbock
Menlu Jerman Annalena Baerbock istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Pemerintah Jerman, pada Rabu (15/12) mengumumkan bahwa telah mereka mengusir dua diplomat Rusia setelah pengadilan Jerman menyimpulkan bahwa Moskow selama ini berada di balik pembunuhan seorang pria Chechnya di Berlin pada 2019 lalu.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menyebut pembunuhan yang diperintahkan oleh sebuah negara itu sebagai “pelanggaran berat terhadap hukum Jerman dan kedaulatan Republik Federal Jerman.” Ia menambahkan bahwa duta Besar Rusia di Berlin juga sudah dipanggil untuk membahas temuan pengadilan dan diberitahu tentang pengusiran diplomat tersebut.

Pembunuhan secara terang-terangan di siang hari tahun 2019 terhadap Zelimkhan “Tornike” Khangoshvili, seorang warga negara Georgia berusia 40 tahun dari etnis Chechnya, memicu kemarahan warga Berlin dan mendorong pemerintah Jerman untuk mengusir dua diplomat Rusia lainnya pada saat itu — sebuah langkah yang dengan cepat dibalas oleh Rusia.


Omicron Diprediksi Bakal Jadi Varian Dominan di Eropa pada Awal Tahun 2022

Menurut narasumber Associated Press, dua diplomat yang diusir dari Jerman sekarang ini memiliki hubungan dengan badan intelijen Rusia.

Hakim di pengadilan regional Berlin pada hari Rabu memvonis Vadim Krasikov, 56 tahun, atas pembunuhan tersebut, tetapi mengatakan dia telah bertindak atas perintah otoritas federal Rusia, yang memberinya identitas palsu, paspor palsu, dan sumber daya untuk melakukan tindak pembunuhan yang terjadi pada 23 Agustus 2019.

“Pemerintah pusat Federasi Rusia adalah pembuat kejahatan ini,” kata hakim ketua Olaf Arnoldi, yang menyebut pembunuhan itu sebagai “terorisme negara.”

Selama panggilan telepon pada Selasa (14/12), Baerbock mengatakan kepada Menlu Rusia, Sergey Lavrov, bahwa Jerman menginginkan “pertukaran diplomat yang terbuka dan jujur dengan Rusia sesuai dengan dasar hukum internasional dan sikap saling menghormati.”

"Jelas bahwa tindakan seperti pembunuhan Tiergarten sangat membebani hubungan ini," kata Baerbock.

“Pemerintah Jerman akan melakukan segala yang diperlukan untuk memastikan bahwa keamanan di negara kami dan penghormatan terhadap hukum kami terjamin,” tambahnya.

Ketegangan dengan Iran Meningkat, AS Uji Coba Senjata Laser di Timur Tengah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia