logo


MUI Sumut Larang Umat Islam Ucapkan Selamat Natal, Ade Armando Respons Begini

Ade menekankan larangan mengucapkan selamat Natal ke kaum Kristiani tidak termuat dalam Al-Qur'an maupun hadis.

16 Desember 2021 12:35 WIB

Ade Armando
Ade Armando twitter.com/adearmando24

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Akademisi Ade Armando angkat bicara soal hukum umat Islam mengucapkan selamat Natal kepada kaum kristiani. Menurutnya, larangan menyampaikan selamat hari raya ke pemeluk agama Kristen tidak tercantum dalam Al-Qur’an maupun hadis.

Pernyataan itu menanggapi fatwa MUI Sumatera Utara yang melarang seorang muslim mengucapkan selamat Natal.

“Jangan pernah percaya bahwa MUI pernah mengeluarkan fatwa dungu yang melarang umat Islam mengucapkan selamat Natal. Itu semua tidak pernah ada,” ujar Ade Armando, dilansir dari kanal YouTube Cokro TV, Kamis (16/12).


MUI Sumut Haramkan Umat Islam Ucapkan Selamat Natal, Ruhut: Emang Gue Pikirin...

Ade menuding banyak Islamis yang berupaya menipu umat soal pelarangan itu menggunakan surat Al-Ma’idah ayat 2 yang berbunyi, “Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran".

Dan hadis riwayat Abu Dawud yang berbunyi, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka”.

“Kalau dilihat lagi apa coba hubungan hadis dan ayat itu dengan Natal? Kan yang dilarang tolong menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran. Jadi apa hubungannya dengan Natal. Memang merayakan natal adalah dosa dan pelanggaran?” tuturnya.

Diketahui, MUI Sumatera Utara melarang umat Islam mengucapkan selamat Natal bagi umat Kristiani. Ucapan itu dinilai tak sejalan dengan syariat Islam.

Hal itu tertuang dalam dokumen Tausyiah MUI Sumatera Utara Nomor 39/DP-PII/XII/2021 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Sumut Maratua Simanjuntak dan Sekretaris Umum MUI Sumut Asmuni pada 9 Desember lalu.

"Umat Islam tidak dibenarkan untuk mengucapkan 'Selamat Natal' karena Peringatan Natal sebagaimana disebut dalam fatwa MUI tidak dapat dipisahkan dengan nuansa akidah yang tidak sesuai dengan syariat Agama Islam," bunyi salah satu poin Tausyiah MUI Sumut tersebut.

Solo Tak Pernah Sepi Pemudik, Ini Pesan Gibran Jelang Momen Nataru

Halaman: 
Penulis : Iskandar