logo


Tegaskan Gugatan PT untuk Perbaiki Demokrasi, Refly Harun: Bukan untuk Dukung Gatot Jadi Presiden

Presidential threshold disebut menghambat partai-partai baru yang lahir setelah Pemilu 2019 untuk bisa mencalonkan presiden

16 Desember 2021 09:22 WIB

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun Media Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Advokat Refly Harun membantah tudingan yang menyebut gugatan terhadap ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) untuk mendukung eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo maju di pemilihan presiden (pilpres) 2024. Ia menegaskan bahwa gugatan itu untuk memperbaiki demokrasi di Indonesia.

"Sekali lagi, ini adalah beyond kepentingan pribadi, personal interest. Tidak dimaksudkan untuk mendukung siapapun, mau itu Gatot, Rizal Ramli, La Nyalla," kata Refly dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (15/12/2021).

Refly yang berstatus sebagai kuasa hukum Gatot, Politikus Gerindra Ferry Juliantono, hingga 2 Anggota DPD RI Bustami Zainuddin dan Fachrul Razi pada uji materi UU Pemilu itu mengatakan bahwa PT harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan konstitusi.


Firli Dukung Ambang Batas Presiden 0 Persen, PDIP: Kelar Jalur, Itu Sudah Diatur dalam UU Politik

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa PT tersebut hanya akan menghambat partai-partai baru yang lahir setelah Pemilu 2019 untuk bisa mencalonkan presiden. Selain itu, kata dia, PT rentan terhadap praktik korupsi.

"Kita ingin demokrasi yang brutal ini, yang kriminal ini, diakhiri kalau kita punya kesadaran, no matter siapa yang terpilih, yang penting dia melalui sebuah proses yang jujur, demokratis, tidak money politics," ujarnya.

"Refly Harun itu mendukung semua calon presiden, mendukung Gatot, La Nyalla, Rizal Ramli, Puan Maharani, Ganjar, Anies, Airlangga Hartarto, Prabowo, dan semua yang mau mencalonkan diri di Republik Indonesia," pungkasnya.

Ungkap Kepentingan Ambang Batas 20 Persen, Demokrat: Dipaksakan untuk Tutup Kompetitor Jokowi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati