logo


Sebut Kasusnya Hanya Dagelan, Munarman: Jika Saya Teroris, Jokowi Sudah Pindah ke Alam Lain

Munarman mengatakan apabila dirinya seorang teroris pasti akan memanfaatkan Aksi 212 untuk menumpas semua pejabat tingggi negara yang hadir.

15 Desember 2021 15:17 WIB

Jubir FPI, Munarman.
Jubir FPI, Munarman. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman membantah dirinya terlibat kasus dugaan tindak pidana terorisme. Ia mengatakan bahwa kasus yang menjeratnya hanya dagelan belaka.

"Akal sehat orang waras sudah pasti melihat bahwa perkara a quo hanya dagelan. Sebab, bertentangan dengan logika akal sehat," kata Munarman dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (15/12).

Munarman yang berstatus sebagai terdakwa itu mengatakan sejumlah pejabat negara, termasuk Presiden Joko Widodo yang hadir di Aksi Bela Islam Jilid III atau 212 pada Desember 2016 pasti sudah tewas apabila dirinya seorang teroris.


Jokowi: Indonesia Berpotensi Memiliki Pasar Digital yang Berkembang dan Sangat Besar

"Sudah dapat dipastikan bahwa seluruh pejabat tinggi yang hadir di Monas tanggal 2 Desember 2016 tersebut sudah pindah ke alam lain," ujar Munarman.

Ia mengatakan apabila dirinya seorang teroris pasti akan memanfaatkan kesempatan itu untuk menumpas semua pejabat tingggi negara yang hadir. Pasalnya, kata dia, semua pejabat berada dalam jangkauannya.

"Karena sekali lagi, pejabat tinggi negara ini hadir di Monas dalam acara yang digelar pada 2 Desember 2016 dan semua pejabat tinggi negara tersebut ada dalam jangkauan saya," kata Munarman.

"Padahal akses saya terhadap gedung-gedung tersebut dan terhadap para pejabat yang saya temui terhitung tanpa halangan," pungkasnya.

Sebut Kasus Terorisme Fitnah, Munarman Merasa Jadi Target Operasi untuk Ditangkap hingga Pemilu 2024

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati