logo


Sebut Kasus Terorisme Fitnah, Munarman Merasa Jadi Target Operasi untuk Ditangkap hingga Pemilu 2024

Munarman mengatakan bahwa kasus terorisme yang menjeratnya adalah fitnah dan rekayasa

15 Desember 2021 13:45 WIB

Munarman
Munarman Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman, mengatakan bahwa kasus terorisme yang menjeratnya adalah fitnah dan rekayasa. Menurutnya, dia dicegah untuk berpartisipasi di Pemilu 2024.

"Mengapa saya katakan perkara ini penuh fitnah dan rekayasa? Ya sebab semua orang yang ditangkap dan bahkan terpidana dalam kasus terorisme yang tidak ada kaitan dengan saya," kata Munarman dalam sidang di PN Jaktim, Rabu (15/12).

"Telah diarahkan, digiring bahkan dibuatkan konser opini melalui berbagai media, baik media mainstream maupun media sosial para buzzer, dalam rangka menjadikan saya sebagai target operasi untuk ditangkap dan dipenjarakan minimal hingga selesai pemilu 2024," sambungnya.


Selain Hadiri Acara ISIS, Munarman Didakwa Menggerakan Orang Lain Berbuat Teror

Munarman menyebut ada tiga motif dirinya diperkarakan. Munarman menyebut suara kritis dan aspirasi dari umat Islam dibungkam.

"Jadi, ada tiga motif utama dalam memperkarakan saya. Pertama adalah untuk menghalangi advokasi hukum internasional terhadap peristiwa pembantaian 6 orang pengawal Habib Rizieq. Kedua, sebagai upaya mencegah saya untuk berpartisipasi dalam proses Pemilu 2024. Dan yang ketiga, adanya kebencian yang mendalam secara ideologis terhadap Islam," jelasnya.

"Sehingga suara kritis dan aspirasi dari umat Islam harus dibungkam dan dimusnahkan melalui rekayasa yang sedemikian rupa," sambungnya.

Munarman menyebut pihak yang ingin memenjarakan dirinya adalah komplotan pembunuh. Munarman mengaku tidak memiliki agenda merebut kekuasaan.

"Entah mengapa komplotan para pembunuh tersebut mentargetkan masa pemenjaraan saya minimal hingga melewati Pemilu 2024, padahal terbesitpun dalam pikiran tidak ada, apalagi rencana menjadi pesaing mereka dalam kontestasi politik tersebut," tutur Munarman.

"Saya tidak punya agenda merebut kekuasaan mereka," lanjut Munarman.

Hari Ini, Munarman Akan Bacakan Eksepsi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata