logo


Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan, Nikaragua Dapat Hadiah Vaksin Covid-19 dari China

Nikaragua dikabarkan telah menerima 200 ribu dosis vaksin Covid-19 dari China, beberapa hari setelah negara Amerika Tengah itu memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Taiwan

13 Desember 2021 19:18 WIB

Vaksin Covid-19 Sinopharm
Vaksin Covid-19 Sinopharm BBC

BEIJING, JITUNEWS.COM - Nikaragua telah menerima satu juta vaksin Covid dari China, beberapa hari setelah negara itu memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan, demi menjalin hubungan diplomatik dengan China.

Perwakilan pemerintah kembali ke negara bagian Amerika Tengah pada hari Minggu dengan berita tentang sumbangan tersebut.

Klip siaran media lokal menunjukkan pesawat Air China telah mendarat dengan 200.000 dosis pertama vaksin Covid-19 Sinopharm.


AS-Korut Setuju Lakukan Perjanjian Damai Akhiri Perang Korea

Para pejabat mengatakan mereka "sangat bersyukur" dapat memulihkan hubungan bilateral Nikaragua dengan Beijing.

"Kami kembali dengan berita bagus bahwa kami telah membawa sumbangan satu juta vaksin ini kepada orang-orang Nikaragua," kata Laureano Ortega Murillo, putra presiden Nikaragua Daniel Ortega yang juga merupakan salah satu penasihatnya, dilansir BBC.

Saat ini, baru 38% dari total populasi orang dewasa Nikaragua yang sudah menerima suntikan vaksinasi Covid-19 lengkap tetapi setidaknya 67% telah menerima satu dosis.

Keputusan negara Amerika Tengah itu jelas membuat pemerintah Taiwan kecewa, dan menyebut jika pemerintah Nikaragua telah "mengabaikan persahabatan kedua negara yang sudah terjalin selama bertahun-tahun".

Taiwan sebelumnya telah menjadi mitra dagang penting bagi Nikaragua. Namun pekan lalu, presiden Nikaragua menyatakan bahwa mereka mengakui bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah China.

Menanggapi langkah Nikaragua, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan: "Tidak ada tekanan eksternal yang dapat menggoyahkan komitmen kami terhadap kebebasan, hak asasi manusia, supremasi hukum dan untuk bermitra dengan komunitas demokrasi internasional sebagai kekuatan untuk kebaikan."

China bersikeras bahwa setiap negara yang menginginkan hubungan diplomatik formal dengannya harus melepaskan hubungan mereka dengan Taipei.

Korsel Tak Akan Ikut Boikot Diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia