logo


Seorang Pria di Selandia Baru Dapat Sepuluh Kali Suntikan Vaksin Covid-19 dalam Sehari, Kok Bisa?

Seseorang pria yang tidak disebut namanya dilaporkan telah menerima sepuluh suntikan vaksin Covid-19 dalam sehari

13 Desember 2021 18:29 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

AUCKLAND, JITUNEWS.COM - Kementerian Kesehatan Selandia Baru dikabarkan menggelar proses penyelidikan atas laporan yang menyebut bahwa seorang pria telah menerima hingga 10 suntikan vaksinasi COVID-19 dalam satu hari atas nama orang lain.

Sebelumnya, sejumlah media lokal Selandia Baru melaporkan bahwa pria tersebut, yang mengunjungi beberapa pusat vaksinasi di Selandia Baru, dibayar untuk menerima suntikan atas nama orang lain. Sebagai informasi, di Selandia Baru, seseorang tidak wajib menunjukkan kartu identitas saat menerima vaksin COVID.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Selandia Baru, Astrid Koornneef, mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya "sangat prihatin dengan situasi ini" dan akan "bekerja sama dengan lembaga yang sesuai" untuk mengusut tuntas laporan tersebut.


China Sebut AS Gunakan Demokrasi sebagai Senjata Pemusnah Massal

"Menganggap identitas orang lain dan menerima perawatan medis sangatlah berbahaya. Ini membahayakan orang yang menerima vaksinasi dengan identitas yang diasumsikan dan orang yang catatan kesehatannya akan menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi padahal belum," kata Koornneef, dikutip Sputniknews.

Ia menambahkan bahwa "ini dapat mempengaruhi bagaimana sistem kesehatan dikelola di masa depan".

Kementerian Kesehatan sebelumnya menolak untuk merinci di mana insiden itu terjadi tetapi meminta pria itu, yang namanya tidak diungkapkan, untuk mengunjungi dokter untuk meminta nasihat sesegera mungkin.

Ahli vaksin Universitas Auckland Helen Petousis-Harris mengatakan kepada situs berita Stuff bahwa dengan dosis berlebihan seperti itu, sulit untuk memprediksi apa yang mungkin terjadi dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan seseorang.

Dia menyarankan bahwa pria itu kemungkinan besar akan merasa tidak sehat selama satu atau dua hari karena tubuhnya meningkatkan respons kekebalan terhadap beberapa dosis vaksin.

Ahli vaksinologi digaungkan oleh direktur Institut Malaghan dan ahli imunologi Graham Le Gros, mengecam aksi pria itu dan menyebutnya sebagai tindakan "konyol dan berbahaya".

Rusia Tegaskan Pasukannya Tidak Timbulkan Ancaman bagi Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia