logo


Rusia Tegaskan Pasukannya Tidak Timbulkan Ancaman bagi Ukraina

Juru bicara Kremlin mengatakan bahwa pasukan militer Rusia di perbatasan seharusnya tidak dianggap menimbulkan ancaman bagi pihak manapun

13 Desember 2021 11:30 WIB

Tentara Rusia di Suriah
Tentara Rusia di Suriah net

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin sudah menjelaskan kepada Presiden AS Joe Biden selama KTT video mereka bahwa pasukan Rusia dikerahkan di wilayah perbatasan tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Minggu (12/12).

Menurut Peskov, Putin menekankan bahwa presiden AS berbicara tentang pasukan Rusia yang ditempatkan di dalam perbatasan negara sementara AS sendiri berada ribuan kilometer dari wilayah Rusia.

Menguraikan percakapan telepon hari Selasa antara Putin dan Biden, juru bicara Kremlin mengatakan bahwa percakapan itu dilakukan berdasar rasa saling "menghormati", menambahkan bahwa "kisah-kisah menakutkan" yang disebarkan oleh media AS bahwa Biden mencoba untuk "menakuti" Putin tidak benar.


AS dan Rusia Bisa Jadi Satu Aliansi, Juru Bicara Kremlin: Sulit untuk Dibayangkan

Di antara banyak isu mendesak yang dibahas oleh kedua presiden adalah konsep "garis merah". Selama panggilan Selasa, Putin menekankan bahwa "garis merah" untuk Moskow ini termasuk ekspansi NATO ke arah timur dan penyebaran senjata ofensif di negara-negara yang berbatasan dengan Rusia.

"Secara konseptual, ini adalah ketidaksepakatan yang sangat serius antara Rusia dan Amerika Serikat," kata Peskov, dilansir dari Sputniknews.

Mengomentari tuduhan "invasi Rusia" ke Ukraina, juru bicara Kremlin menyarankan bahwa Amerika "sendiri" sudah terperdaya oleh "kampanye berita palsu" dan mempercayainya.

Sejak awal, Rusia telah berulang kali menggarisbawahi bahwa Moskow tidak berencana untuk menyerang siapa pun. Sementara negara-negara Barat terus menyatakan keprihatinannya tentang "pengumpulan pasukan" Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Sedangkan Rusia sangat khawatir dengan pemindahan peralatan militer NATO ke Ukraina yang berbatasan langsung dengan Rusia.

"Kita berbicara tentang wilayah kita sendiri, wilayah Federasi Rusia. Dan tentang Eropa, yang merupakan rumah kita bersama. Orang Amerika berada di seberang lautan, itulah yang dimaksud oleh presiden [Vladimir Putin]," jelas Peskov.

"Dan, tentu saja, peningkatan ketegangan informasi [...] ini baru saja dilakukan dengan tujuan untuk lebih menjelekkan Rusia dan memposisikannya sebagai agresor potensial," tukasnya.

China Sebut AS Gunakan Demokrasi sebagai Senjata Pemusnah Massal

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia