logo


AS dan Rusia Bisa Jadi Satu Aliansi, Juru Bicara Kremlin: Sulit untuk Dibayangkan

Juru bicara Kremlin mengatakan bahwa masih sangat sulit untuk dibayangkan jika AS dan Rusia bisa menjadi negara sekutu

13 Desember 2021 10:30 WIB

Gedung Kremlin di Moskow, Rusia
Gedung Kremlin di Moskow, Rusia istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengatakan bahwa negaranya tidak berencana melancarkan serangan terhadap Ukraina. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan saluran TV Yunani ANT1.

“Tidak, masalahnya sangat sederhana. Rusia menggerakkan pasukannya di dalam wilayahnya dan kami dapat memindahkan pasukan kami ke segala arah yang kami inginkan dan lebih dekat ke area yang dapat menimbulkan ancaman [dan saat ini] kami melihat pesawat tempur AS mendarat di Ukraina dan Peralatan militer AS mendekati perbatasan kami," kata Peskov, ketika ditanya apakah Presiden Rusia Vladimir Putin berencana melakukan serangan ke Ukraina.

Juru bicara Kremlin juga mengkritik Turki karena menjual drone-nya, yang digunakan oleh Kiev di Donbass, ke Ukraina.


Presiden AS Bilang Ada Konsuensi Ekonomi yang Sangat Menghancurkan bagi Rusia, Jika Nekat Serang Ukraina

“Kami telah mengkritik Turki untuk ini karena kami percaya itu adalah masalah yang mendorong Kiev dan pemerintah Ukraina untuk memilih solusi kekerasan untuk menyelesaikan masalah internal mereka di tenggara. Jika Ukraina mulai menyerang rakyatnya sendiri lagi, itu akan menjadi bencana lain bagi Eropa," kata Peskov.

Peskov juga ditanya apakah Amerika Serikat dan Rusia bisa menjadi sekutu, namun, juru bicara itu mencatat bahwa mengingat situasi saat ini "akan sulit untuk dibayangkan" hal seperti itu terjadi.

Menlu AS Kunjungi Indonesia, Washington Berharap Dapat Redam Pengaruh China di ASEAN

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia