logo


Milenial Punya Andil Besar dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Kelompok milenial disebut memiliki peranan penting dalam upaya pemulihan ekonomi nasional

11 Desember 2021 14:40 WIB

Webinar “Sosialisasi Peran Milenial dalam Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)” yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi, Jumat (10/12/2021).
Webinar “Sosialisasi Peran Milenial dalam Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)” yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi, Jumat (10/12/2021). Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kelompok milenial disebut memiliki peranan penting dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN). Potensi ini terlihat dari jumlah populasi kelompok tersebut di Indonesia sekaligus kemampuan milenial dalam pemanfaatan teknologi.

Hal itu disampaikan oleh CEO & Chief Editor Wartaekonomi.co.id Muhamad Ihsan saat sambutannya di webinar “Sosialisasi Peran Milenial dalam Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)” yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi, Jumat (10/12/2021).

“Jumlah milenial itu sekarang sekitar 27%. Ada juga ada generasi Z, kalau digabungkan dengan milenial ada 54%. Walaupun gen Z masih muda, tapi sudah mulai berperan dalam perekonomian kita. Sementara milenial sekarang sudah tahap matang. Kedua generasi ini sekarang menjadi mayoritas dari penduduk Indonesia sehingga diharapkan menjadi pendorong perkembangan perekonomian kita,” ujar Ihsan.


Pertumbuhan Ekonomi 5,0-5,5%, DPR: Kombinasi Gas dan Rem yang Tepat

Pernyataan tersebut diamini oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) Usman Kansong. Ia menilai generasi milenial menjadi kunci performa bangsa Indonesia di masa depan dalam menghadapi persaingan global sekaligus mendorong pertumbuhan produktivitas yang berdampak pada penguatan perekonomian Indonesia.

“Semoga webinar ini dapat memberikan pencerahan sekaligus memupuk optimisme kita bahwa ekonomi bangsa ini sedang dipulihkan,” kata Usman.

Untuk menjelaskan kontribusi yang dapat dilakukan oleh milenial, Presiden Komisaris BRIlife Muhammad Syafri Rozi menyampaikan generasi tersebut memiliki sifat kreatif dan inovatif yang didukung oleh kemampuan melek digital atau digital savvy. Poin inilah yang membuat milenial dapat menjadi penggerak dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Jadi, harapan kita milenial menopang UMKM go digital dalam migrasi operasional ke hybrid offline to online, menopang isu konektivitas, infrastruktur, privasi data, dan keamanan siber. Milenial juga dapat menciptakan lapangan kerja berbasis ekonomi kreatif yang memiliki daya saing baik secara nasional dan global,” jelas Syafri Rozi.

Chief of ProductDANA Indonesia Rangga Wiseno mengatakan kemampuan milenial atas pemanfaat teknologi dapat golongan tersebut menjadi jembatan dari tiap generasi.

“Mereka juga mempunyai rasa keingintahuan tinggi dan mempunyai pencapaian ketika bereksperimen, juga akhirnya mengajarkan orang lain untuk beradaptasi ke digital,” tuturnya.

Badan Pengurus Pusat PERHUMAS Bidang Riset dan Kompetensi Fardila Astari menambahkan milenial memiliki kemampuan beradaptasi yang efektif sehingga dapat bekerja secara cepat dan pintar.

“Mereka juga menyukai hal-hal yang simpel dan transaksi finansial non-cash. Milenial juga cenderung tidak mementingkan kepemilikan, yang terpenting adalah mengakses segalanya. Mereka juga senang travel,” paparnya.

Sebagai bentuk dukungan atas peran milenial terhadap pemulihan ekonomi nasional, Allianz Life Indonesia menggencarkan program Allianz Lifechanger yang banyak menyerap tenaga milenial.

“Tenaga pasar milenial Allianz Lifechanger sekitar 64% dari total tenaga pemasaran keagenan. Ini bisa membantu berkontribusi ke masyarakat serta pemulihan ekonomi nasional," kata Business Development for Millenials Allianz Life Indonesia, Ratna Juwita Hasibuan.

Ratna melanjutkan populasi milenial di Allianz Indonesia itu sudah lebih dari 64% dan memiliki peluang untuk menjadi motor pemulihan ekonomi.

“Yang tidak kalah penting dari bisnis ini adalah membantu lebih banyak orang, kita mau memberi proteksi dan perlindungan ke berbagai masyarakat di Indonesia supaya lebih terproteksi,” tutup Ratna.

Jokowi: Saya Yakin 3-4 Tahun ke Depan Indonesia Bisa Menjadi Produsen Utama Produk Barang Berbasis Nikel

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata