logo


Kepikiran soal Kesenjangan, Jokowi: Karena Saya Merasakan Jadi Orang Susah

Presiden Joko Widodo menanggapi kritik dari Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, mengenai kesenjangan

10 Desember 2021 20:45 WIB

Joko Widodo
Joko Widodo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menanggapi kritik dari Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, mengenai kesenjangan. Jokowi mengaku juga memikirkan bagaimana cara mengurangi kesenjangan. Jokowi mengaku pernah merasakan menjadi orang susah.

"Ya saya juga, dipikir saya nggak kepikiran? Gini ratio waktu saya masuk 0,41 lebih. Kepikiran Bapak-Ibu sekalian. Gap seperti itu kepikiran. Jangan dipikir saya nggak kepikiran. Kepikiran. Karena saya merasakan jadi orang susah. Saya merasakan betul. Dan enak menjadi orang yang tidak susah memang," ujar Jokowi dalam acara pembukaan Kongres Ekonomi Umat Islam II MUI seperti disiarkan di akun YouTube MUI, Jumat (10/12).

Jokowi mempersilakan apabila pengurus MUI memerlukan lahan yang besar untuk mengajukan itu kepada dirinya. Jokowi ingin lahan bisa dimanfaatkan dengan baik.


Sebut HAM Dikikis Habis di Periode Kedua Jokowi, KontraS: Pelanggaran Semakin Berulang dan Marak

"Silakan. Untuk apa? Tapi jangan menunjuk, 'Pak saya yang di Kalimantan saja.' Jangan. Saya yang memutuskan, 'Oh Bapak butuh 10.000 ya. Saya berikan nih ada di Sumatera. Oh 50.000 saya ada nih di Kalimantan, silakan.' Dengan sebuah feasibility yang itung-itungan dan kalkulasi yang jelas. Jangan sampai kita berikan tahu-tahu diambil juga yang itu lagi. Dibeli yang itu lagi. Untuk apa saya memberikan konsesi kalau untuk itu. Dan itu kejadian sudah berpuluh-puluh kali seperti itu terus," ujar Jokowi.

"Akan banyak nanti bank tanah kita ini, sudah ada yang mengkomandani akan banyak sekali yang kita cabuti. Sudah, ini ndak, ini sudah lebih dari 20 tahun, lebih dari 30 tahun, ndak. Masukan ke sini, ke bank tanah. Baik itu HGU maupun HGB. Agar semua lahan yang kita miliki betul-betul produktif," sambung Jokowi.

Anwar Abbas: Saya Diingatkan Pak Jokowi, Ngomongnya Jangan Keras-keras

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata