logo


Fakta Terbaru Guru Ngaji Hamili Santri, Anak Hasil Pemerkosaan Dijadikan Alat Minta Sumbangan

Dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik korban juga diambil oleh HW.

9 Desember 2021 11:12 WIB

Pemerkosaan anak
Pemerkosaan anak Tribatanews Papua Barat

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pimpinan pesantren di Bandung, HW (36) menjadi sorotan publik usai memperkosa 12 santrinya hingga hamil. Hingga proses persidangan kasus tersebut, terungkap 9 bayi lahir dari aksi yang dilakukan HW. Mirisnya, anak yang lahir dari hasil pemerkosaan itu dijadikan alat untuk meminta sumbangan.

"Fakta persidangan mengungkap bahwa anak-anak yang dilahirkan para korban diakui sebagai anak yatim piatu dan dijadikan alat oleh pelaku untuk meminta dana kepada sejumlah pihak," ujar Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI Livia Istania DF Iskandar dalam keterangannya, Kamis (9/12/2021).

Tidak hanya itu, dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik korban juga diambil oleh HW. Saksi dalam persidangan juga mengatakan bahwa pesantren milik pelaku mendapat bantuan BOS yang tidak jelas penggunaannya.


Tak Ada Unsur Pemerkosaan, Polisi Sebut Randy-Novia Suka Sama Suka

"Serta para korban dipaksa dan dipekerjakan sebagai kuli bangunan saat membangun gedung pesantren di daerah Cibiru," ujarnya.

Lebih lanjut, Livia menegaskan bahwa pihaknya akan melindungi 29 orang yang terdiri dari korban, saksi, dan pelapor kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak.

"Dari 12 orang anak di bawah umur, 7 di antaranya telah melahirkan anak pelaku," ucap Livia.

Kecam Guru Ngaji Hamili Belasan Santri, Golkar: Beri Hukuman yang Berat!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati