logo


ICW: Hari Antikorupsi Dunia Ini Patut Kita Rayakan dengan Kesedihan

Jokowi dinilai gagal jadi panglima pemberantasan korupsi,

9 Desember 2021 10:48 WIB

Ilustrasi korupsi. Sumber: america.gov
Ilustrasi korupsi. Sumber: america.gov

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal menjadi panglima dalam agenda pemberantasan korupsi. Pasalnya, kata dia, banyak kebijakan Jokowi yang tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi.

"Bisa dikatakan, Presiden gagal menjadi panglima besar dalam agenda pemberantasan korupsi," kata Adnan Topan Husodo dalam keterangan resminya, Kamis (9/12/2021).

Adnan menilai negara telah meyampingkan agenda pemberantasan korupsi. Ia lantas mencontokan upaya negara yang tidak mendukung pemberantasan korupsi, seperti vonis ringan kasus korupsi yang melibatkan pejabat politik, penghapusan syarat memperketat remisi bagi pelaku korupsi, hingga putusan MK yang menolak uji materi UU KPK.


Imbau Jokowi Lapor soal Kiriman 1 Truk Jeruk, KPK: Bentuk Transparansi

Lebih lanjut, ia menilai merosotnya upaya pemberantasan korupsi berimbas pada pengelolaan etika pejabat publik yang buruk. Ia lantas mengkritik pejabat publik yang merangkap jabatan. Menurutnya, hal itu adalah contoh nyata tata kelola pemerintahan yang bermasalah.

"Momentum Hari Antikorupsi Dunia ini patut kita rayakan dengan kesedihan. Karena korupsi selalu mengorbankan kita sebagai warga masyarakat, momentum Hari Antikorupsi Dunia ini dapat menjadi titik balik perlawanan masyarakat terhadap korupsi. Mari perkuat suara kita, mari kita perkuat peran kita untuk melawan korupsi," pungkasnya.

 

Berharap Korupsi Lenyap Ditangan Jokowi, Firli: Tidak Ada Lagi Suap Menyuap

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati