logo


Tolak Tawaran Jadi ASN Polri, Tata Khoiriyah: Telanjur Memilih Rencana Lain

Tata lebih tertarik untuk menekuni bisnis.

9 Desember 2021 09:52 WIB

Tata Khoiriyah
Tata Khoiriyah facebook.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Tata Khoiriyah merupakan salah satu dari sekian mantan pegawai KPK yang menolak tawaran menjadi ASN Polri. Dia mengaku sudah punya jalan hidup lain, yakni berbisnis.

“Saya sudah telanjur memilih rencana lain. Ternyata berbisnis itu menyenangkan,” kata Tata lewat keterangannya di Facebook, dilihat Kamis (9/12).

Meski begitu, Tata tetap mendukung teman-temannya yang mengambil tawaran tersebut. Menurutnya, langkah itu bisa mematahkan ‘label merah’ dan tidak bisa dibina yang pernah disematkan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dan BKN pada konferensi pers, pada 25 Mei lalu.


Imbau Jokowi Lapor soal Kiriman 1 Truk Jeruk, KPK: Bentuk Transparansi

“Alasan kenapa tidak bisa dibina sungguh menggelikan, hanya karena waktunya g cukup. Lantas kenapa alih-alih memberi kesempatan dibina, kami justru ditelantarkan tanpa pekerjaan selama lebih dari 4 bulan lewat SK 652?” lanjutnya.

Selain itu, Tata menilai upaya Ketua KPK Firli Bahuri dan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron untuk menyingkirkan 58 pegawai KPK melalui tes wawasan kebangsaan (TWK) semakin jelas.

“Mereka dengan zalim dan sewenang-wenangnya memberhentikan kami 58 orang, tanpa pernah tahu apa alasan diberhentikan. Minta hasil tesnya pun tidak diperbolehkan,” ujarnya.

Diketahui, sebanyak 12 mantan pegawai KPK menolak tawaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk menjadi ASN Polri. Sementara 44 orang lainnya memutuskan tetap bergabung. Di antaranya, Novel Baswedan.

Novel Cs Dilantik ASN Polri Hari Ini, PPP Ingatkan Ada Perbedaan Kultur Kerja

Halaman: 
Penulis : Iskandar