logo


Australia Boikot Olimpiade Beijing dengan Alasan Pelanggaran HAM, Begini Reaksi China

Kantor kedutaan besar China di Australia mengatakan bahwa langkah pemerintahan Scott Morrison untuk melakukan boikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing membuat hubungan kedua negara semakin memburuk

8 Desember 2021 18:45 WIB

Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022
Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 istimewa

CANBERRA, JITUNEWS.COM - Perang kata-kata terjadi antara Beijing dan Canberra pada Rabu (8/12) setelah Perdana Menteri Australia Scott Morrison menggunakan dugaan "pelanggaran hak asasi manusia" di Xinjiang sebagai alasan untuk melakukan boikot secara diplomatis Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Atlet Australia akan berpartisipasi dalam Olimpiade meskipun ada boikot diplomatik.

"Kesalahan atas kesulitan hubungan China-Australia saat ini terletak tepat di pihak Australia," kata kedutaan besar China di Canberra dalam sebuah pernyataan tertulis, dikutip Sputniknews.


Cegah Peningkatan Konflik Ukraina, Inggris dan Uni Eropa Sepakat Lanjutkan Dialog dengan Rusia

Kedubes China menambahkan bahwa pihaknya berharap para atlet Australia dapat menunjukkan "performa yang sangat baik di Olimpiade Musim Dingin" dimana keberhasilan Australia di Olimpiade tergantung pada kinerja atlet Australia, bukan pada kehadiran ofisial, dan "posisi politik" pemerintah Australia.

"Gunung tidak bisa menghentikan aliran sungai ke laut," lanjutnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia menuduh pemerintah China menolak kesempatan mereka untuk membahas dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Uyghur di wilayah Xinjiang China, dimana hal itu menjadi alasan mengapa Australia melakukan boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

China telah berulang kali menolak tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan Tibet.

“Kami sangat senang berbicara dengan pemerintah China tentang masalah ini (hak asasi manusia), dan tidak ada halangan untuk itu terjadi di pihak kami. Tetapi pemerintah China secara konsisten tidak menerima kesempatan bagi kami untuk bertemu tentang masalah itu," Morrison menggarisbawahi.

China selama ini mendesak pemerintah Australia untuk mengambil "langkah-langkah praktis" guna menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi peningkatan dan perbaikan hubungan bilateral, yang terganggu setelah pemerintah Morrison melarang Huawei dari proyek pengadaan jaringan 5G Australia dan menuntut penyelidikan independen tentang asal usul COVID-19.

Pentagon Konfirmasi Akan Kirim Pasukan Khusus AS ke Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia