logo


Informasi soal Omicron Masih Minim, Jerman Minta Uni Eropa Tetap Berlakukan Aturan Pembatasan Perjalanan Internasional

Menteri kesehatan Jerman meengatakan bahwa Uni Eropa perlu memberlakukan aturan perjalanan internasional hingga adanya informasi yang lebih lanjut mengenai varian Omicron

8 Desember 2021 13:00 WIB

Menkes Jerman Jens Spahn
Menkes Jerman Jens Spahn istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Menteri Kesehatan Jerman pada Selasa (7/12) mengatakan bahwa Uni Eropa harus tetap memberlakukan aturan pembatasan perjalanan hingga informasi yang lebih lanjut terkait varian baru Covid-19, Omicron, sudah didapatkan.

Pada akhir November kemarin, negara-negara Uni Eropa setuju untuk memberlakukan pembatasan perjalanan terhadap tujuh negara Afrika selatan setelah mereka melaporkan beberapa kasus varian Omicron, yang sejauh ini dianggap sangat menular.

"Sampai kita tahu lebih banyak, kita perlu berhati-hati dan pembatasan perjalanan penting untuk menjaga masuknya (Omicron) di Eropa dan Jerman serendah mungkin," kata Jens Spahn kepada wartawan saat ia tiba untuk pertemuan para menteri kesehatan Uni Eropa di Brussels.


Nasib Jalur Pipa Nord Stream 2 Bakal Terancam jika Rusia Lakukan Invasi ke Ukraina

Sebelumnya, beberapa narasumber Uni Eropa pada Senin (6/12) mengatakan bahwa Uni Eropa kemungkinan tidak akan berencana untuk melonggarkan pembatasan perjalanan dalam waktu dekat ini.

“Kami menghadapi situasi epidemiologis yang sangat menantang di semua negara anggota dengan pandemi COVID-19, yang dibuat sangat menantang dengan munculnya varian Omicron,” kata Komisaris Kesehatan UE Stella Kyriakides.

Dia mengatakan dia akan mendesak para menteri untuk meningkatkan program vaksinasi dan, jika perlu, untuk mempromosikan tindakan non-farmasi lainnya, seperti mewajibkan pemakaian masker dan menjaga jarak sosial.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Malta, Christopher Fearne, mengatakan kepada wartawan sebelum pertemuan bahwa dia ingin perusahaan farmasi memproduksi versi modifikasi dari vaksin mereka dalam waktu kurang dari 100 hari.

Pfizer dan BionTech, pemasok utama vaksin COVID-19 ke UE, mengatakan mereka akan membutuhkan 100 hari.

“Seratus hari mungkin terlalu lama bagi kita untuk menunggu vaksin yang dimodifikasi,” kata Fearne.

Ia mencatat bahwa saat ini tidak ada kepastian bahwa varian Omicron akan memerlukan vaksin yang diadaptasi, dengan asumsi bahwa suntikan booster mungkin cukup untuk mengatasi mutasi baru.

Rusia Disebut Sudah Terjunkan Tim Sniper dan Tank untuk Provokasi Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia