logo


Rusia Disebut Sudah Terjunkan Tim Sniper dan Tank untuk Provokasi Ukraina

Kementerian Pertahanan Ukraina menyebut Rusia sudah berupaya meningkatkan tindakan provokatif di perbatasan dengan mengerahkan tank dan pasukan penembak jitu.

8 Desember 2021 12:30 WIB

Ilustrasi penembak jitu atau sniper
Ilustrasi penembak jitu atau sniper istimewa

KIEV, JITUNEWS.COM - Ukraina pada Selasa (7/12) menuduh Rusia sudah mengerahkan tank dan tim penembak jitu atau sniper tambahan ke garis depan konflik di perbatasan dengan Ukraina timur, untuk menimbulkan adanya korban jiwa pada tentara Ukraina dan mencoba memprovokasi tembakan balasan.

Kementerian pertahanan Ukraina mengeluarkan pernyataan itu beberapa jam sebelum Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar konferensi video guna membahas mengenai konflik Ukraina tersebut.

"Musuh (Rusia) meningkatkan jumlah tim penembak jitu dalam kesiapan untuk menimbulkan korban pada personel Pasukan Gabungan (Ukraina), menghancurkan elemen pengawasan video dan memprovokasi tembakan balasan," kata Kementerian pertahanan Ukraina dalam sebuah pernyataan dikutip Reuters.


Mulai Tahun Depan, Pemerintah Tokyo Bakal Ijinkan Pernikahan Sesama Jenis

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Alexei Reznikov memperingatkan bahwa akan ada "pembantaian berdarah" jika Rusia memutuskan untuk menyerang Ukraina.

"Jika saya dapat menyarankan Presiden Biden, saya ingin dia mengartikulasikan kepada Tuan (Vladimir) Putin bahwa tidak ada garis merah dari pihak Kremlin yang harus ada di sini. Garis merah ada di sini di Ukraina dan dunia beradab akan bereaksi tanpa ragu-ragu," kata Reznikov dalam sebuah sesi wawancara dengan CNN.

Nasib Jalur Pipa Nord Stream 2 Bakal Terancam jika Rusia Lakukan Invasi ke Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia