logo


PPKM Level 3 Dibatalkan, PDIP: Pemerintah Pasti Telah Dengarkan Masukan dari Berbagai Pihak

PPKM tetap berlaku seperti semula dengan basis kinerja masing masing

8 Desember 2021 11:22 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo jitunews/Khairulanwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pemerintah resmi membatalkan Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 yang rencananya diterapkan saat libur Natal dan Tahun Baru.

Anggota Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo memastikan bahwa pemerintah sudah mendengarkan masukan dan pertimbangan dari berbagai pihak dan analisa situasi kekinian situasional untuk menentukan perubahan rencana pembatalan pemberlakuan ppkm lewal 3 secara nasional.

“PPKM tetap berlaku seperti semula dengan basis kinerja masing masing. PPKM daerah terus berlaku sesuai tingkatan daerah masing masing melalui pemberlakuan pelaksanaan PPKM sesuai kinerja untuk tingkatan lewel daerah masing masing artinya masing masing daerah yang akan menjadi panglima pengendalian kovid di daerahnya melalui pengetatan liburan nataru disetiap daerah,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/12).


PPKM Nataru Dibatalkan, Puan: Memenuhi Asas Keadilan

Dia mengimbau untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan secara nasional terhadap ancaman gelombang 3 dengan terus melakukan secara masif dan ketat penggunaan protokol kesehatan meski Pemerintah telah memutuskan pembatalan level 3 dalam liburan nataru secara nasional.

“Hal ini mengingat negara lain dengan tingkat program vaksinasi tinggi seperti eropa gelombang covid masih tinggi. Meskipun Saat ini tingkat vaksinasi komplet sudah sampai 56 persen dan sdh lebih dari 70 persen secara nasional yang sudah divaksin tahap 1, namun jangan menjastifikasi bahwa kekebalan kita sudah kuat dan tahan terhadap covid namun kita ajak dan bercermin dari Eropa meski vaksin sudah tinggi namun gelombang covid terus mengintai,” kata dia.

Dalam hal ini, dia mengatakan bahwa keputusan pembatalan PPKM Level 3 nasional bersifat dinamis dan situasional.

Artinya melihat situasi global terutama kasus omicron dan situasi nasional secara keseluruhan, bila dipandang perlu dan kondisi mengharuskan peningkatan level secara nasional. Pemerintah didorong dinamis untuk segera membuat aturan perubahan dengan peningkatan level secara nasional.

“Artinya situasional dan kekinian setiap saat bisa menyesuaikan diperketat dinaikan levelnya maupun disesuaikan dan kekinian,” kata dia.

“Intinya kita tidak boleh kecolongan ancaman gelombang ketiga dan situasi global, khusus untuk nataru yang terus dan tetap diperketat dan pengetatan masif di semua daerah,” tukasnya.

Minta Rakyat Tak Lengah Meski PPKM Level 3 Nataru Batal, PDIP: Jangan Anggap Kekebalan Kita Kuat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar