logo


Polwan Dipukul Prajurit TNI, PKS: Hukum Perlu Ditegakkan

Sukamta mendukung kasus tersebut diusut hingga tuntas

7 Desember 2021 22:30 WIB

Sukamta
Sukamta Dok. PKS

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Prajurit Yonif Raider 631/Antang memukuli Polwan Polda Kalimantan Tengah (Kalteng). Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta, mendukung kasus tersebut diusut hingga tuntas.

"Perlulah dicari akar masalahnya, kenapa anggota-anggota TNI dan Polri sering banget terlibat perkelahian seperti ini. Hal seperti ini terjadi berulang kali dengan berbagai kasus dan sebab," ujar Sukamta kepada wartawan, Selasa (7/12).

Sukamta menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan. Sukamta tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi.


Heboh Tagar AtletHarusPaham, PKS: Pemerintah Wajib Penuhi Janji

"Hukum perlu ditegakkan. Namun akar persoalan perlu digali, diungkap, dan diselesaikan, supaya tidak terjadi lagi," sebut Ketua Badan di DPP PKS ini.

Sebelumnya, Kapenrem 102/Panju Panjung, Mayor Inf Mahsun Abadi, mengatakan bahwa insiden tersebut murni salah paham.

"Telah terjadi kesalahpahaman antara anggota Yon Raider 631 Antang dan anggota Polda Kalimantan Tengah. Menyikapi hal tersebut, kami dari Korem 102 dan Polda memahami bahwa sinergisitas TNI-Polri, ulangi, sinergisitas TNI-Polri di Kalimantan Tengah harus tetap dipererat dan diperkuat. Itu hal yang mutlak," kata Mahsun saat konferensi pers dengan Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Eko Saputro di Korem 102/ Panju Panjung, Selasa (7/12).

Mahsun prihatin dengan adanya peristiwa pemukulan ini.

"Oleh karena itu, kita yakini bersama kejadian (prajurit Raider memukul Polwan) 5 Desember, Sabtu, merupakan murni kesalahpahaman. Sehingga hal itu merupakan hal yang membuat kita prihatin bersama," sambungnya.

Peristiwa Polwan Dipukul Prajurit TNI Disebut Ada Kesalahpahaman

Halaman: 
Penulis : Admin