logo


Transformasi Kelompok Terorisme, DPR: Mereka Tidak Puas dengan Situasi

aksi-aksi yang mereka lakukan ini pada umumnya disebabkan karena ketidakpuasan terhadap situasi.

7 Desember 2021 15:00 WIB

Ilustrasi Penjahat / Teroris
Ilustrasi Penjahat / Teroris Liputan6.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM– Gerakan-gerakan terorisme mulai bertransformasi dan masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat, bukan hanya melalui jalur jihad, tapi juga jalur dakwah.

Terbukti bahwa sejumlah terduga terorisme yang menjabat di organisasi yang tak diduga terafiliasi gerakan terorisme yakni Komisi Fatwa Majelis Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ketua Partai Dakwah.

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sugiono menjelaskan bahwa kelompok terorisme ini pada dasarnya merupakan kelompok lemah yang berupaya merongrong kelompok yang kuat.


KKB Harus Ditumpas, Ahmad Sahroni: Namun Jangan Membabi Buta

Menurutnya aksi-aksi yang mereka lakukan ini pada umumnya disebabkan karena ketidakpuasan terhadap situasi. Kemudian lahan yang subur untuk aksi-aksi ini adalah kemiskinan.

“Di situ ada ketidakadilan pemisah yang terlalu tertinggi antara yang kaya dan yang miskin, itu merupakan lahan yang subur, di mana idealisme atau cita-cita kelompok-kelompok seperti ini, itu bisa tumbuh dan berkembang,” kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/12/2021).

“Jadi kalau misalnya ada yang mengatakan bahwa aksi-aksi ataupun kelompok-kelompok yang ini ya kita harus tanya dulu siapa, kan seperti itu. Kemudian masuk ke dalam unsur-unsur kehidupan berbangsa dan bernegara yang seperti apa,” sambungnya.

Karena, menurut anggota Komisi I DPR ini, sepanjang ada ketidakadilan, sepanjang ada kemiskinan, sepanjang ada jurang-jurang yang lebar antara yang miskin dan kaya, masih ada lahan di Indonesia untuk kelompok terorisme ini tumbuh dan berkembang.

Sehingga solusinya, bagaimana menghilangkan ataupun mengurangi lahan-lahan subur, di mana kelompok-kelompok teroris ataupun pendukung terorisme ini bisa tumbuh.

“Artinya kita harus mengurangi kemiskinan, penciptaan lapangan pekerjaan, perbaikan penghasilan kemudian mengurangi pemisah antara yang kaya dan miskin dan hal-hal yang sifatnya meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Dengan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat, kata dia, maka tidak ada alasan bagi masyarakat mencari-cari masalah dengan bergabung atau berafiliasi dengan kelompok terorisme. Sehingga, Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan hanya disosialisasikan kepada masyarakat, tapi juga konkret dan dirasakan masyarakat.

“Bagaimana pemasyarakatan empat pilar ini tidak hanya sebatas tataran, paparan dan diskusi saja, lebih dari apa yang sudah kita lakukan sekarang, saya kira kita juga harus lebih nyata dalam merealisasikan apa yang kita yakini sebagai empat pilar ini,” tegasnya.

Mantan Sekretaris Pribadi Prabowo itu mencontohkan, berbicara tentang Pancasila maka tidak hanya menguraikan Pancasila itu saja, tapi bagaimana kemudian menciptakan suatu iklim di mana Pancasila dilaksanakan. Lalu UUD 45, bukan hanya menjelaskan pembukaannya saja tetapi bagaimana mewujudkan apa yang dicita-citakan oleh pendiri-pendiri bangsa.

“Baik itu melalui konsultasi, produk-produk legislasi yang dilakukan oleh DPR dan sebagainya, jadi kita bikin iklim dan suasana serta lahan yang tidak subur atau tidak mendukung untuk tubuhnya gerakan-gerakan terorisme ini,” pungkasnya.

Soal Farid Okbah, PPP: Tidak Pernah Sepanjang Sejarah Dunia Teroris Lolos Masuk Istana

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar