logo


AS Tak Akan Kerahkan Pasukan Militer ke dalam Konflik Ukraina-Rusia

Meski begitu AS akan tetap berupaya meningkatkan kemampuan tempur NATO ataupun Ukraina jika Rusia benar-benar memutuskan untuk menginvasi negara tetangganya itu

7 Desember 2021 15:15 WIB

Pasukan militer Ukraina
Pasukan militer Ukraina istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Seorang pejabat pemerintah AS mengatakan bahwa Washington tidak akan mengirimkan pasukan militer ke dalam konflik Ukraina-Rusia. Hanya saja, jika Rusia benar-benar melancarkan serangan terhadap negara tetangganya tersebut, AS siap membantu meningkatkan kemampuan tempur NATO.

"Kami tidak tahu apakah Putin telah membuat keputusan tentang eskalasi militer lebih lanjut di Ukraina, tetapi kami tahu dia menempatkan kapasitas untuk terlibat dalam eskalasi seperti itu jika dia memutuskan untuk melakukannya," kata seorang pejabat senior anonim tersebut kepada Reuters.

"AS tidak mencari skenario di mana militernya akan digunakan dalam konflik antara Moskow dan Kiev, tetapi akan bersiap untuk memperkuat sekutu di sisi timur NATO," kata pejabat itu.


Joe Biden Akan Minta Putin Tak Lakukan Tindakan Berbahaya di Perbatasan Ukraina

Sebelumnya, gagasan dan laporan intelijen yang menyebut jika pasukan Rusia saat ini tengah bersiap untuk melakukan "invasi" ke Ukraina telah dibantah oleh Moskow. Juru bicara Kremlin menyebut laporan tersebut sebagai berita hoax.

"Kami melihat banyak berita palsu tentang 'agresi' yang diduga direncanakan oleh Rusia terhadap Ukraina yang dijajakan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada RT.com.

"Kami melihat NATO menunjukkan sikap yang sangat bermusuhan, kami mendengar retorika dari [Sekjen NATO Jens] Stoltenberg, retorika dari berbagai perwakilan AS," tambahnya.

Meski Dikecam AS, India Tetap Lanjutkan Proses Pengiriman Sistem Pertahanan S-400 dari Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia