logo


Iran Sebut Perancis Bikin Kacau Timur Tengah dengan Jual Senjata ke Uni Emirat Arab

Iran mengecam kesepakatan penjualan senjata Perancis ke sejumlah negara Timur Tengah

7 Desember 2021 12:45 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Iran mengecam kesepakatan penjualan senjata yang dicapai oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron selama perjalanannya baru-baru ini ke beberapa negara Timur Tengah. Iran juga menyebut tindakan pemerintah Perancis tersebut tidak bertanggung jawab dan "mengganggu stabilitas" kawasan. Komentar itu muncul saat utusan pemerintah Uni Emirat Arab menggelar kunjungan ke Teheran.

“Kita tidak boleh mengabaikan peran Prancis dalam mengacaukan kawasan itu,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh kepada wartawan dalam konferensi pers Senin (6/12), dilansir Sputniknews.

"Kami mengharapkan negara-negara seperti Prancis untuk bertindak lebih bertanggung jawab. Senjata canggih dari negara-negara Eropa, termasuk Prancis, yang dijual ke negara-negara Arab di Teluk Persia adalah dasar dari ketegangan yang kami saksikan di kawasan itu," tambahnya.


China Disebut Ingin Bangun Pangkalan Militer di Pantai Barat Afrika

Prancis diketahui adalah salah satu pemasok senjata terbesar ke Arab Saudi dan UEA, yang mana kedua negara kini tengah terlibat pertempuran dengan kelompok pemberontak Yaman, Houthi. Gerakan Syiah tersebut merupakan salah satu kelompok militan yang mendapatkan dukungan dari Iran.

Konflik Yaman sendiri saat ini sudah berlangsung selama lebih dari tujuh tahun dan sudah menewaskan hampir 400 ribu orang serta membuat jutaan rakyat Yaman kehilangan tempat tinggal.

 

Pandemi Selanjutnya Bisa Jauh Lebih Mematikan daripada Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia