logo


Pandemi Selanjutnya Bisa Jauh Lebih Mematikan daripada Covid-19

Salah satu ilmuwan Oxford-AstraZeneca memperingatkan bahwa pandemi yang mungkin akan terjadi di masa depan bisa jauh lebih buruk daripada Covid-19

7 Desember 2021 12:16 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

LONDON, JITUNEWS.COM - Profesor Sarah Gilbert, salah satu ilmuwan di balik tim pengembangan vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca, telah memperingatkan bahwa di masa depan umat manusia mungkin menghadapi virus yang lebih berbahaya daripada SARS-CoV-2 yang dapat memicu pandemi. Dia menekankan bahwa pemerintah harus siap menghadapi ancaman seperti itu di masa depan.

"Ini bukan kali terakhir virus mengancam hidup dan mata pencaharian kita. Sebenarnya, yang berikutnya bisa lebih buruk. Bisa lebih menular, atau lebih mematikan, atau bahkan keduanya," ujarnya, dikutip Sputniknews.

Gilbert memperingatkan agar tidak berpuas diri dan bersikeras bahwa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama pandemi virus corona "tidak boleh hilang". Dia memperingatkan bahwa begitu pandemi berakhir, pengembangan vaksin dan teknologi vaksin mungkin kehilangan prioritas dan pendanaan.


Batalkan PPKM Level 3 Jelang Nataru, Luhut: Rakyat Sudah Miliki Antibodi Covid-19 yang Tinggi

"[Pengembang vaksin] sekarang tidak boleh diminta untuk kembali ke ketidakjelasan pasien dan kekurangan dana."

Pandemi virus corona Covid-19 sejauh ini telah merenggut nyawa lebih dari 5 juta orang. Meskipun tidak lebih mematikan dibanding beberapa virus lain, namun Covid-19 memiliki dampak negatif terhadap warga lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit kronis.

Sesalkan Pembatalan PPKM Level 3, Pakar: Ada Omicron, Harusnya Diperketat!

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia