logo


China Disebut Ingin Bangun Pangkalan Militer di Pantai Barat Afrika

The Wall Street Journal melaporkan bahwa China berencana membangun sebuah pangkalan militer di sebuah pelabuhan di Guinea Ekuatorial

6 Desember 2021 22:50 WIB

Kapal Perang China
Kapal Perang China istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - China berencana untuk membangun pangkalan militer di pelabuhan komersial Guinea Ekuatorial, dimana hal tersebut menjadi penanda kehadiran pasukan China pertama di wilayah Samudra Atlantik. Hal itu dilaporkan oleh The Wall Street Journal.

Mengutip sejumlah sumber intelijen yang tidak disebutkan namanya, media AS tersebut melaporkan bahwa kapal perang China akan menjadi ancaman yang nyata di seberang Pantai Timur AS.

Klaim itu muncul setelah Jon Finer, wakil utama penasihat keamanan nasional Presiden Joe Biden, dilaporkan mengunjungi Guinea Ekuatorial pada Oktober dalam upaya meyakinkan Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo untuk menolak rencana pembangunan pangkalan militer China di negara Afrika.


China Ancam Lakukan Balasan jika AS Benar-benar Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

“Sebagai bagian dari diplomasi kami untuk mengatasi masalah keamanan maritim, kami telah menjelaskan kepada pemerintah Guinea Ekuatorial bahwa langkah-langkah potensial tertentu yang melibatkan aktivitas [China] di sana akan meningkatkan masalah keamanan nasional," kata Finer saat itu dikutip Sputniknews.

Senada dengan pernyataan tersebut, Kepala Komando Pasukan AS untuk wilayah Afrika, Jenderal Stephen Townsend, mengatakan kepada Senat pada bulan April lalu bahwa "ancaman paling signifikan" China akan menjadi "fasilitas angkatan laut yang berguna secara militer di pantai Atlantik Afrika".

“Saya berbicara mengenai sebuah pelabuhan di mana mereka dapat mempersenjatai kembali dengan amunisi dan memperbaiki kapal angkatan laut mereka,” tegasnya.

PBB Tak Terima Aung San Suu Kyi Dijatuhi Hukuman Penjara 4 Tahun

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia