logo


Kendaraan Junta Militer Tabrak Barisan Pengunjuk Rasa, Lima Orang Tewas dan Puluhan Luka Berat

Warga sipil Myanmar terus menggelar aksi demo menolak kudeta militer

6 Desember 2021 15:26 WIB

Aksi unjuk rasa di Myanmar menolak pengambil alihan pemerintahan oleh militer
Aksi unjuk rasa di Myanmar menolak pengambil alihan pemerintahan oleh militer istimewa

YANGON, JITUNEWS.COM - Demonstrasi berdarah kembali terjadi di Yangon, Myanmar saat sebuah kendaraan pasukan militer menabrak para pengunjuk rasa anti-kudeta pada Minggu (5/12) pagi. Lima orang demonstran tewas dan belasan lainnya mengalami luka serius dalam insiden tersebut.

Selain menewaskan lima orang warga sipil, pihak keamanan Myanmar juga menangkap sedikitnya 15 pengunjuk rasa.

Aksi protes anti kudeta militer terus berlanjut meski jumlah pengunjuk rasa yang tewas sudah lebih dari 1.300 orang sejak 1 Februari lalu.


Rusia Bantah Rencanakan Invasi ke Ukraina

“Kami akan mengeluarkan tanggapan yang keras terhadap militer teroris yang secara brutal, tidak manusiawi membunuh para pengunjuk rasa damai yang tidak bersenjata,” kata pihak pemerintahan sipil Myanmar dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.

Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa aksi penabrakan tersebut dilakukan oleh militer tak lama setelah aksi unjuk rasa dimulai.

“Saya tertabrak dan jatuh di depan truk. Seorang tentara memukuli saya dengan senapannya tetapi saya membela dan mendorongnya mundur. Lalu dia langsung menembakku saat aku kabur dengan pola zig-zag. Untungnya, saya lolos,” kata seorang pengunjuk rasa yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan kepada Reuters melalui telepon.

Dua orang saksi menambahkan bahwa sebuah mobil yang dikendarai oleh tentara juga menabrak kerumunan dari arah belakang, dan mengejar para pengunjuk rasa yang mencoba menyelamatkan diri. Pasukan militer Myanmar juga menangkap dan memukuli para pendemo sehingga banyak yang mengalami luka parah di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri.

Kamboja Minta Junta Militer Myanmar Diundang dalam KTT ASEAN

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia