logo


KSAD Dudung Larang Pelajari Agama Terlalu Dalam, Menag: Maksudnya Jangan Belajar Sendiri

Menag sebut belajar agama harus ada guru atau kyainya.

6 Desember 2021 14:28 WIB

Yaqut Cholil Qoumas
Yaqut Cholil Qoumas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qaumas tidak tahu persis apa yang dimaksud KSAD Jenderal Dudung Abdurahman yang meminta jangan terlalu dalam mempelajari agama saat memberikan kuliah subuh di sebuah masjid di Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu.

"Saya tidak tahu persis apa yang dimaksud dan yang dipidatokan KSAD," kata Yaqut kepada wartawan, Senin (6/12/2021).

Yaqut menduga bahwa yang dimaksud Jenderal Dudung yakni tidak belajar agama sendirian secara mendalam. Ia mengatakan bahwa belajar agama harus ada guru atau kyainya.


KSAD Jenderal Dudung Akan Perlakukan Radikalisme Seperti Zaman Soeharto, Teddy eks PKPI: Saya Sudah Berhenti Berharap

"Tetapi saya menduga, yang dimaksud adalah jangan belajar agama sendiri terlalu dalam. Tapi dalamilah agama dengan bimbingan guru atau kyai atau ulama. Sebagaimana Al Ghazali sampaikan, 'barangsiapa yang tidak mempunyai guru yang memberi petunjuk, maka setan yang akan menuntunnya'," ujarnya.

"Imam Abu Yazid Al Bustomi dalam bahasa lain mengatakan 'barangsiapa tidak mempunyai guru, maka imamnya adalah setan. Tapi apa maksud sebenarnya dari pernyataan KSAD, tentu beliau sendiri yang tahu," lanjutnya.

Sindir KSAD Dudung, MUI: Saya Tawarkan Standarisasi Da'i Kalau Mau Berganti Profesi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati