logo


Paksa Mahasiswi Aborsi, PPP Minta Bripda Randy Bagus Dijatuhi Hukuman Maksimal

Bripda Randy Bagus telah mencoreng nama baik Polri.

6 Desember 2021 10:24 WIB

Arsul Sani
Arsul Sani Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Anggota Komisi III Fraksi PPP Arsul Sani turut menyoroti kasus pemaksaan aborsi kandungan mahasiswi asal Mojokerto, NW yang melibatkan Bripda Randy Bagus. Menurutnya, tindakan Randy telah mencoreng nama baik polri.

"Kasus Bripda Randy yang menyebabkan bunuh diri pacarnya ini memang mencoreng nama baik Polri," kata Arsul Sani kepada wartawan, Minggu (5/12).

Arsul menyebut proses hukum yang diberlakukan Propam terhadap Randy semestinya menjadi peringatan bagi seluruh anggota Polri agar tidak berperilaku menyimpang, apalagi melanggar hukum.


Soal Bripda Randy, DPR: Harus Dijerat Pasal Pidana Berlapis

Komisi III juga mendorong agar proses hukum terus berjalan. Arsul berharap pelaku mendapat hukuman maksimal bila terbukti melakukan tindak pidana.

"KUHP sendiri membuka peluang bahwa jika terdakwa pelaku suatu tindak pidana itu jajaran PPP penegak hukum maka hukumannya terbuka untuk ditambah sepertiga dari ancaman maksimal pidana penjara," ujar Arsul.

"Prinsipnya anggota Polri sebagai penegak hukum kemudian melakukan perbuatan pidana maka perlu ada maksimalisasi pemidanaan," lanjutnya.

Diketahui, nama Bripda Randy Bagus menjadi perbincangan di media sosial. Randy mendapat banyak kecaman karena diduga menjadi penyebab mahasiswi 23 tahun, NW mengakhiri hidupnya. Disebutkan Randy pernah memaksa mantan kekasihnya itu melakukan aborsi sebanyak dua kali.

Kini, anggota Polres Pasuruan itu ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di Rutan Polda Jatim.

Tindakan Bripda Randy Disebut Beri Efek Psikologis Berat, Golkar: Seharusnya Korban Dapat Pendampingan

Halaman: 
Penulis : Iskandar