logo


Ma'ruf Amin Minta Ulama Tak Terjebak Kekuasaan, PKB: Ungkapan Kegelisahan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap ulama tidak terjebak dalam kekuasaan.

5 Desember 2021 08:45 WIB

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid Fraksipkb

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap ulama tidak terjebak dalam kekuasaan. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menilai Ma'ruf mengungkapkan kegelisahan.

"Ya itu bagian dari ungkapan kegelisahan," kata Jazilul Fawaid, Sabtu (4/12).

Menurut Jazilul, apa yang disampaikan Ma'ruf adalah hal yang wajar. Jazilul menyebut Ma'ruf sangat mengerti peran ulama.


Minta Presidential Threshold 20% Dihapus, Fahri: Menghambat Putra Putri Daerah Maju Jadi Capres

"Wajar sebab beliau sangat mengerti peran ulama," sebutnya.

Namun, ia belum mengetahui siapa ulama yang dimaksud oleh Ma'ruf. Ia tidak tahu apa latar belakang Ma'ruf menyampaikan hal itu.

"Tentu beliau lebih tahu sebab beliau figur ulama, bahkan pernah menjadi ketua MUI," katanya.

Jazilul menilai Ma'ruf tidak ingin ulama terjebak pada kekuasaan dan bisa memecah belah umat.

"Mungkin maksudnya, agar tidak terjebak pada tarikan kekuasaan yang dapat memecah belah umat. Hemat kami, ulama tetap diharapkan menjadi kekuatan moral yang merekatkan persatuan dan kedamaian," imbuh Jazilul.

Sebelumnya, Ma'ruf mengajak seluruh ulama untuk tidak terjebak dalam kekuasaan. Ma'ruf berharap ulama mengutamakan perbaikan akidah dan ekonomi umat.

"Saya berharap kita tidak terjebak pada aspek kekuasaan, karena kekuasaan itu bukan kewenangan kita. Kekuasaan adalah kewenangan Allah," kata Wapres saat membuka Muktamar Nasional Ke-25 Rabithah Alawiyah, Sabtu (4/12).

"Perbaikan yang harus kita lakukan sekarang ini, yang menurut saya paling mendesak, pertama, tentu saja akidah dan yang kedua adalah memberdayakan umat Islam melalui penguatan ekonomi umat," ujarnya.

Kelompok Reuni 212 Belum Pikirkan Dukungan di Pilpres 2024

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata