logo


Telepon Erdogan, Putin Kecam Penggunaan Drone Buatan Turki dalam Konflik Ukraina

Presiden Rusia dan Turki dikabarkan telah menggelar pembicaraan melalui sambungan telepon pada Jumat (3/12) dimana Vladimir Putin menyampaikan kritikannya terkait penggunaan drone militer Turki dalam konflik Ukraina

4 Desember 2021 15:45 WIB

Presiden Turki Recep Erdogan (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan)
Presiden Turki Recep Erdogan (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) Anadolu

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (3/12) mengkritik tindakan militer Ukraina yang telah menggunakan drone militer buatan Turki di dalam konflik dengan kelompok separatis pro-Moskow. Hal itu ia sampaikan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam panggilan telepon.

Menurut siaran pers yang dirilis oleh pemerintah Rusia, Putin mengatakan bahwa Kiev bertujuan untuk merusak perjanjian perdamaian di Ukraina timur, dengan aksi militernya yang "provokatif", "termasuk penggunaan kendaraan udara tak berawak Bayraktar," yang diproduksi oleh Turki.

Pernyataan Putin tersebut bukan sebuah klaim tak berdasar, mengingat tentara Ukraina pada bulan Oktober lalu sudah merilis rekaman dari apa yang mereka sebut sebagai penggunaan pertama drone TB2 Bayraktar buatan Turki dalam melawan kelompok separatis di Ukraina timur.


Rusia Kerahkan Sejumlah Jet Sukhoi buat Halau Pesawat Pengintai AS yang Dekati Wilayah Udaranya

Langkah itu memicu kecaman dan kritikan, baik dari Rusia maupun negara-negara barat yang selama ini membela Ukraina.

“Perlu ditekankan bagi Kiev untuk meninggalkan segala upaya untuk secara paksa mempengaruhi Donbass,” kata Putin dalam siaran pers tersebut dilansir Al Arabiya.

Sementara itu, pemerintah Turki mengatakan bahwa Erdogan dan Putin membahas sejumlah isu diantaranya isu Suriah, Libya, dan Ukraina.

Rusia dan Turki secara historis memiliki hubungan yang kompleks. Meski kedua negara saling berhadapan sebagai musuh, yakni pada konflik Libya dan Suriah, namun keduanya masih memiliki hubungan kerja sama bilateral yang cukup kuat, terutama dalam hal perekonomian.

India Tetap Bakal Beli Alutsista buatan Rusia meski Terancam Sanksi AS, Ini Alasannya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia