logo


TB Hasanuddin: Yang Gunakan Ajudan dari TNI Hanya Presiden RI dan Wakil Presiden RI Saja

Menurut Permenhan tenaga TNI dapat diperbantukan hanya kepada lembaga atau organisasi bukan perorangan

4 Desember 2021 09:34 WIB

TB Hasanuddin.
TB Hasanuddin. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem Hillary Brigitta Lasut meminta ajudan pribadi dari TNI. Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP TB Hasanuddin mengatakan bahwa yang menggunakan ajudan dari TNI hanya Presiden dan Wakil Presiden.

"Menurut UU nomor 34/2004 tentang TNI, yang menggunakan ajudan atau ADC dari TNI itu hanya Presiden RI dan Wakil Presiden RI saja. Di luar itu tidak dibenarkan menurut UU," kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Jumat (3/12).

Hasanuddin mengatakan bahwa menurut Permenhan tenaga TNI dapat diperbantukan hanya kepada lembaga atau organisasi bukan perorangan.


Jokowi Sentil Polri, PDIP: Bagian dari Presiden Memberi Perhatian

"Bagaimana menurut Permenhan? Menurut Permen ini tenaga TNI dapat diperbantukan hanya kepada satuan atau lembaga atau organisasi, bukan kepada perorangan. Profesi dimaksud seperti pilot, dokter spesialis, navigator dan lain-lain tidak termasuk ajudan," tuturnya.

Sebelumnya, Hillary meminta mendapat pengamanan dari TNI. Hal itu kemudian disetujui oleh KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan bahwa Jenderal Dudung memutuskan menarik kembali pengamanan yang diberikan kepada Hillary.

"Sudah (bicara ke KSAD). KSAD sampaikan pengamanan sementara ditarik dulu untuk dipelajari urgensinya," kata Meutya kepada wartawan, Jumat (3/12).

Ramai Risma Minta Tunarungu Bicara, PDIP: Hanya Miskomunikasi Saja

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata