logo


Raup Omzet Ratusan Juta, Mitra Binaan Pertamina Ini Produksi Aneka Kerajinan Kulit

Berawal dari menjahit dan nembuat pola tas, Rosyanah memberanikan diri untuk membangun usahanya bersama suami pada tahun 2002.

4 Desember 2021 08:23 WIB

Produk mitra binaan Pertamina
Produk mitra binaan Pertamina Pertamina

JAKARTA, JITUNEWS. COM- PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat terus berkomitmen mendukung perekonomian mikro dan kecil di semua sektor pada mitra binaannya. Rosyanah, perempuan kelahiran Ciamis 1968 ini merupakan pemilik usaha kerajinan kulit dengan akun instagram @etnixleather.

Berawal dari menjahit dan nembuat pola tas, Rosyanah memberanikan diri untuk membangun usahanya bersama suami pada tahun 2002. Kerajinan kulit yang diproduksi dari usahanya menghasilkan beberapa produk seperti Tas, Dompet, Jaket dan Sarung Tangan. Harga dari produk yang di jual bervariasi, mulai dari Rp. 100.000 sampai Rp. 500.000.

Komitmen Rosyanah dalam membuka lapangan pekerjaan untuk membantu program pemerintah dalam mengurangi pengangguran di Indonesia kini menemukan titik terang, mengingat pangrajin kulit pada usahanya hampir tersebar di seluruh Jawa Barat.


Lewat Bakaoo.id, Pertamina Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Tidak dapat dipungkiri, pandemi covid-19 bukanlah hal yang mudah untuk dilewati Rosyanah dan seluruh pengrajin kulit di Jawa Barat, mengingat pembelian tas, dompet dan sejenisnya bukan merupakan kebutuhan primer manusia. Namun, tidak ingin usahanya gulung tikar di masa pandemi, Rosyanah justru melakukan berbagai inovasi seperti melakukan penjualan secara online dan bergabung menjadi mitra binaan pertamina untuk mendapat tambahan modal bagi usahanya agar dapat terus bertahan dan berinovasi di masa pandemi.

“Untuk dapat bertahan di masa pendemi seluruh pengusaha harus tetap produktif dan terus berinovasi. Pertamina mengedukasi para mitra binaan untuk bergeser dari penjualan secara konvensional beralih ke penjualan secara online. Hal tersebut untuk mengantisipasi penumpukan produksi tanpa pasar," ungkap Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan.

“Menjadi Mitra Binaan Pertamina sangat berpengaruh pada usaha saya dan suami. Pinjaman modal dari Pertamina menjadi tambahan modal usaha di masa pandemi. Tidak hanya mendapat pinjaman modal, saya juga mendapat pelatihan manajemen dan dapat mengikuti pameran-pameran yang bekerjasama dengan Pertamina,” ujar Rosyanah.

Kini Rosyanah dapat menjual 100-150 pcs perbulan dengan pengiriman sampai ke seluruh Indonesia. Sebelum bergabung sebagai Mitra Binaan Pertamina Rosyanah mendapa omzet 50-100 juta rupiah perbulan. Setelah bergabung menjadi Mitra Binaan Pertamina, kini dari usahanya Rosyanah dapat meraup omzet 100-200 juta rupiah perbulan.

Rosyanah kini sangat bersyukur karena dapat ikut serta memberdayakan masyarakat sekitar pada usahanya, sehingga dapat ikut mengurangi pengangguran.

“Melalui program kemitraan, Pertamina hadir sebagai energi bagi UMK, dan bersama-sama kita menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” pungkas Eko.

Program ini juga bertujuan untuk terus mengimplementasikan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Selain SDGs, Pertamina juga berupaya menjalankan Environmental, Social & Governance (ESG) dibidang sosial. Dengan cara ini, Pertamina yakin dapat senantiasa menghasilkan manfaat ekonomi di masyarakat sesuai dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

Revitalisasi Galeri dan Rumah Produksi Olahan Sirih, Pertamina: Majukan UMK Ditengah Pandemi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati