logo


Bela Risma Soal Minta Tunarungu Bicara, Stafsus Jokowi: Itu Perhatian Beliau Atas Hak Disabilitas

Angkie mengatakan bahwa Risma memiliki komitmen untuk mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas

4 Desember 2021 06:12 WIB

Juru Bicara Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia
Juru Bicara Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia katadata

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Angkie Yudistia membela Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang meminta disabilitas rungu untuk bicara pada Hari Peringatan Disabilitas Internasional (HDI) 2021. Menurutnya, aksi Risma bertujuan baik agar penyandang disabilitas memaksimalkan kemampuannya.

"Bicara tentang ibu Risma, sejujurnya maksud dan tujuannya ibu Risma tulus," kata Angkie kepada wartawan di Kemensos, Jakarta Pusat, Jumat, (3/12/2021).

Angkie yang juga penyandang disabilitas rungu itu mengatakan bahwa Risma memiliki komitmen untuk mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas melalui pembentukan Komite Nasional Disabilitas (KND).


Ramai Risma Minta Tunarungu Bicara, PDIP: Hanya Miskomunikasi Saja

"Jadi artinya ini adalah bentuk komitmen ibu Risma untuk perhatian, perlindungan atas hak-hak penyandang disabilitas. Hanya saja memang komunikasinya yang sedikit berbeda," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa setiap penyandang disabilitas rungu memiliki cara masing-masing dalam berkomunikasi. Ia menyebut ada yang menggunakan bahasa isyarat, gerakan tubuh, maupun bantuan teknologi.

"Jika kita bicara tentang penyandang disabilitas rungu/tuli, setiap anak-anak, usia produktif tuli memiliki kebutuhannya masing-masing yang kita ga bisa sama ratakan," ucap dia.

Sebut Disabilitas Rungu Tak Berarti Tuna Wicara, Risma: Angki Bagus Ngomongnya, Dia Melatih Diri

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati