logo


Berkunjung ke Korsel, Menhan AS Kecam Pengembangan Senjata Hipersonik China

Menteri Pertahanan AS menyebut pengembangan senjata hipersonik yang dilakukan oleh China meningkatkan situasi ketegangan di kawasan

3 Desember 2021 18:45 WIB

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin reuters

SEOUL, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menyebut pengembangan susunan senjata hipersonik baru yang dilakukan oleh China akan meningkatkan ketegangan di wilayah Asia Timur. Hal itu ia sampaikan saat berbicara di pangkalan Angkatan Udara AS di Korea Selatan pada Rabu (1/12).

“[Kami] memiliki kekhawatiran tentang kemampuan militer yang terus dikembangkan oleh RRC, dan pengejaran kemampuan itu meningkatkan ketegangan di kawasan, dan kami tahu bahwa China melakukan uji coba senjata hipersonik pada 27 Juli,” Austin kata pada konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Korea Selatan, Suh Wook, di Pangkalan Udara Osan, Korea Selatan.

“Itu hanya menggarisbawahi mengapa kami menganggap RRC sebagai tantangan... Dan kami akan terus mempertahankan kemampuan untuk bertahan dan mencegah berbagai potensi ancaman dari RRC terhadap diri kami sendiri dan sekutu kami,” tambah Austin.


Krisis Kemanusiaan Memburuk, Bank Dunia Siap Cairkan USD 280 Juta Aset Afghanistan

Seperti diketahui, situasi ketegangan di Selat Taiwan masih sangat tinggi dalam beberapa bulan belakangan ini, dipicu oleh hadirnya kapal-kapal perang AS di Selat Taiwan ditengah meningkatnya aktivitas militer China di kawasan tersebut.

Menurut laporan Pentagon, RRC telah mengembangkan beberapa senjata hipersonik, yang dapat melaju lebih cepat dari lima kali kecepatan suara dan seringkali memiliki kemampuan manuver yang membuatnya hampir mustahil untuk dicegat oleh pertahanan udara milik AS maupun sekutunya.

AS Khawatir Varian Omicron Hambat Pemulihan Ekonominya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia