logo


Menlu Rusia Bilang Rudal Jarak Menengah AS akan Segera Diposisikan di Eropa

Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Rusia masih membuka peluang untuk mengurangi ketegangan dengan NATO

2 Desember 2021 21:19 WIB

Sergey Lavrov
Sergey Lavrov Tass

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Kamis (2/12) mengatakan bahwa arsitektur stabilitas strategis mengalami keruntuhan dengan cepat, dan rudal jarak menengah AS akan segera muncul di Eropa.

“Arsitektur stabilitas strategis runtuh dengan cepat, NATO menolak untuk secara konstruktif mempertimbangkan proposal kami untuk mengurangi ketegangan dan mencegah insiden berbahaya. Sebaliknya, infrastruktur militer aliansi dibawa lebih dekat ke perbatasan Rusia. Skenario mimpi buruk konfrontasi militer kembali hadir," kata Lavrov pada pertemuan Dewan Menteri OSCE ke-28, dikutip Sputniknews.

Lavrov menegaskan bahwa Moskow akan bersikeras terus melakukan pengembangan perjanjian yang akan mencegah NATO melakukan ekspansi ke Eropa timur.


Israel Minta Negosiasi Pemulihan Perjanjian Nuklir Iran Dihentikan

“Dalam dialog dengan Amerika Serikat dan sekutunya, kami akan bersikeras pada pengembangan perjanjian yang akan mengecualikan kemajuan NATO lebih lanjut ke timur dan penyebaran sistem senjata yang mengancam kami di dekat wilayah Rusia. Dalam waktu dekat, kami akan mengajukan proposal yang sesuai, kami mengharapkan pertimbangan serius mereka pada intinya, tanpa syarat, dan kami berpikir bahwa OSCE dapat memainkan peran yang sangat berguna," lanjutnya.

Dia juga menambahkan bahwa Moskow dengan tegas menolak transformasi negara-negara yang berbatasan dengan Rusia menjadi pijakan militer NATO.

Rusia siap untuk memulihkan dialog dengan Amerika Serikat tentang Ukraina dan tertarik untuk menyatukan upaya untuk menyelesaikan krisis Ukraina, lanjut Lavrov.

“Kami tertarik untuk bergabung dalam upaya menyelesaikan krisis Ukraina. Rekan-rekan Amerika kami telah mengatakan lebih dari sekali bahwa mereka ingin membantu tanpa merusak format Normandia, dengan memulihkan saluran dialog terpisah yang ada di bawah pemerintahan sebelumnya. Kami siap untuk itu. ini," kata Menlu Rusia dalam pertemuan dengan Menlu AS Antony Blinken di sela-sela KTT OSCE.

Pakar Kesehatan Perancis Bilang Omicron Bisa Jadi Varian Dominan di Negaranya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia