logo


Dikritik Karena Minta Tunarungu Berbicara, Risma: Tidak Mesti yang Tunarungu Itu Tunawicara

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku tidak memaksa anak tunarungu untuk berbicara

2 Desember 2021 20:30 WIB

Tri Rismaharini
Tri Rismaharini Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku tidak memaksa anak tunarungu untuk berbicara dalam acara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2021 kemarin.

"Saya enggak maksa (dia bicara), untuk apa saya maksa? Itu pilihan. Tapi saya ingin dia di kondisi tertentu bisa menyelamatkan dirinya. Tidak ada niat apapun dari saya, sedih saya terus terang," kata Risma di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

Risma ingin seluruh pegawai Kemensos belajar bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengan para tunarungu. Risma menyebut penderita tunarungu bisa berbicara seperti biasa.


Kunjungi Ponpes Al Mizan Majalengka, Risma Bagi-bagi Bansos dan Dengar Keluhan Warga

"Ternyata tidak mesti yang tunarungu itu tunawicara," ujar Risma.

Ia lalu mencontohkan Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistira, yang sebelumnya tidak bisa berbicara dan hanya bisa menggunakan bahasa isyarat. Kemudian, setelah berlatih lama Angkie bisa berbicara dengan jelas.

"Saya ketemu lagi dengan Mbak Angkie, saya pikir mbak kok bagus ngomongnya, ternyata dia melatih diri terus," katanya.

Sebelumnya, Risma meminta seorang tunarungu untuk berbicara dalam acara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2021.

"Kamu bicara, kamu bicara, bisa kamu bicara. Kamu bisa bicara," kata Risma yang menodongkan mic ke arah anak tunarungu di hadapan peserta HDI.

Sedih Lihat Kondisi Lokasi Banjir Gresik, Mensos Risma: Saya Nggak Punya Kewenangan di Sini

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata