logo


Rusia Bilang Potensi Konflik di Perbatasan Ukraina Masih Tinggi

Juru bicara pemerintah Rusia mengatakan bahwa potensi terjadinya konflik di perbatasan Ukraina masih tinggi setelah Kiev belakangan ini meningkatkan tindakan provokatif

2 Desember 2021 18:45 WIB

Prajurit militer Ukraina berjalan di sebuah parit pertahanan di wilayah perbatasan
Prajurit militer Ukraina berjalan di sebuah parit pertahanan di wilayah perbatasan Reuters

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Kamis (2/12) mengatakan bahwa kemungkinan konflik baru di wilayah Ukraina timur masih tetap tinggi. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah Rusia sangat prihatin dengan retorika "agresif" dan peningkatan tindakan provokatif yang dilakukan oleh Ukraina belakangan ini.

Komentar itu muncul di tengah kekhawatiran Ukraina dan Barat atas meningkatnya aktivitas militer Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Namun Moskow menegaskan bahwa aktivitas militernya tersebut tidak bertujuan untuk melancarkan invasi. Rusia bahkan balik menuduh Ukraina lah yang selama ini mengerahkan pasukannya dalam jumlah besar di wilayah timur negara itu.

Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan melalui panggilan konferensi bahwa Moskow khawatir tentang kemungkinan langkah militer Ukraina di Ukraina timur, sesuatu yang telah dibantah oleh Kyiv.


Pernyataan Mantan PM Jepang soal Taiwan Bikin China Meradang

Peskov juga mengatakan bahwa Rusia memandang janji Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk mengembalikan wilayah Krimea yang sudah dikuasai oleh Rusia sebagai ancaman langsung.

“Formulasi seperti itu berarti bahwa Kyiv dapat menggunakan opsi apa pun, termasuk kekuatan, untuk mencoba dan melanggar batas wilayah Rusia,” katanya, dikutip Reuters.

Untuk diketahui, Rusia sudah menginvasi dan menguasai wilayah Semenanjung Krimea dari Ukraina pada tahun 2014, dimana tindakan tersebut memicu kecaman dan sanksi dari negara-negara barat.

Donald Trump Sebut China Bakal Invasi Taiwan setelah Olimpiade Musim Dingin Beijing

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia