logo


Dukung Densus 88 Tangkap Kelompok Jamaah Islamiyah, Syakur: Siapapun yang Terlibat, Tangkap!

Densus menangkap dua terduga teroris jaringan JI di wilayah Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada dua hari berbeda di akhir November 2021.

2 Desember 2021 12:56 WIB

Pasukan Densus 88.
Pasukan Densus 88. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil meringkus orang-orang yang terafilisiasi dengan kelompok jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) beberapa waktu belakangan.

Terbaru, Densus menangkap dua terduga teroris jaringan JI di wilayah Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada dua hari berbeda di akhir November 2021.

Namun, Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabag Banops) Densus 88 Polri Kombes Pol Aswin Siregar, tak menutup kemungkinan akan meringkus kembali pihak yang terkait jaringan teroris JI. Bahkan menyebut tangkapan Densus 88 berikutnya bisa menggegerkan publik.


Polisi Imbau Tak Ada Aksi karena Khawatir Jadi Target Teroris, BPN: Menebar Ketertakutan

Menanggapi hal tersebut, Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mendukung langkah Densus 88 untuk terus bergerak menangkap siapapun yang terindikasi dengan kelompok teroris.

"Intinya Densus 88 tidak tebang pilih dalam menangkap. Selagi ada bukti yang kuat, harus ditangkap. Siapapun itu. Kita rakyat indonesia harus mendukung," kata Syakur, dalam keterangannya, Rabu (2/12/2021).

Menurut Syakur, Densus 88 sebagai aparatur keamanan, mempunya peran dan fungsi ikut membangkitkan toleransi di Indonesia.

“Jadi secara kenyataannya fungsi dan peran Densus sangat nyata, dalam melindungi rakyat Indonesia dari kelompok radikal dan teroris," tuturnya.

Untuk itu, Habib Syakur mengimbau kepada seluruh personil Densus 88, termasuk aparat keamanan, agar mengabaikan kritikan dari pihak-pihak yang tidak suka terhadap Densus dalam menangkap terduga teroris. Karena, para pendengung yang tidak menyukai Densus 88, patut diduga disusupi oleh kelompok pengusung khilafah.

"Densus bagian dari keamanan untuk menjaga keutuhan Indonesia. Nanti siapa-siapa saja tokoh-tokoh yang ditangkap, harus kita dukung," ucapnya.

Selain itu, Habib Syakur menentang narasi-narasi yang kerap menyebut Densus 88 mengkriminalisasi ulama, ketika mereka menangkap terduga teroris. Ia menegaskan, justru Densus 88 menjaga dan mengharumkan nama Islam di Indonesia di mata dunia. Karena, sebagian besar prajurit Densus beragama Islam.

"Seluruh anak bangsa, elemen pemerintah, harus mendukng kinerja Densus 88. Kita harus bangga punya Densus 88 yang menjaga negeri ini aman nyaman dan tenang. Kita jangan melihat yang menentang Densus, tapi kita melihat berapa banyak rakyat yang solid bersatu mendukung Densus," tukasnya.

KKB Papua Dilabeli Teroris, Politikus Demokrat: Saya Kecewa dengan Mahfud Md

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar