logo


Soal Corona Omicron, PKS: Kesalahan Pemerintah dalam Tangani Varian Delta Jangan Sampai Terulang

Penutupan Pintu Bagi bagi masukan warga asing hendaknya jangan hanya terbatas pada 10 negara Afrika dan Hongkong

1 Desember 2021 14:03 WIB

Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pengetatan di pintu masuk Indonesia sudah mulai dilakukan oleh pemerintah guna mengantisipasi masuknya virus Covid-19 varian Omicron yang sudah merebak di Afrika.

Politisi PKS, Mardani Ali Sera mengatakan penutupan pintu bagi masukan warga asing hendaknya jangan hanya terbatas pada 10 negara Afrika dan Hongkong, tapi perlu mencakup negara-negara lainnya.

Hal ini mengingat sampai Minggu sudah tercatat 13 negara yang melaporkan kasus Covid-19 varian Omicron seperti Jerman, Belgia, Inggris sampai Australia.


Corona Varian Omicron Merebak di Afrika, Cak Imin: Tutup Akses WNA

“Mengenai antisipasi dini, kita punya rekam jejak buruk ketika varian Delta menyebar di India akhir April lalu. Kesalahan tersebut jangan sampai terulang,” ujarnya di Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Mardani juga meminta kepada pemerintah untuk memastikan proses tracing dan tracking dijalankan semaksimal mungkin guna meminimalisasi efek buruk.

“Pemberlakuan ini untuk seluruh wilayah di Indonesia karena kerap terjadi kedatangan WNA tanpa melalui Bandara Internasional (langsung ke daerah),” tuturnya.

Di sisi lain, para ahli juga sudah banyak menyarakan pemerintah harus segera melakukan pengurutan genom penuh (WGS) terhadap sampel-sampel DNA yang didapatkan dari pelacakan serta pengetesan. Salah satu langkah penting karena pemerintah bisa melacak mutasi berbagai varian virus Covid-19 di tanah air

Selain tindakan pengawasan penyakit, WGS penting untuk jadi sarana penelitian Covid-19 yang belum jadi tradisi. Dana serta fasilitas bagi peneliti di lembaga penelitian, rumah sakit hingga kampus wajib pemerintah sediakan agar kedepan, bisa jadi basis ilmiah dalam mengambil kebijakan terkait pandemi.

“Melalui basis pengetahuan, timbulnya kebijakan ‘gegabah’ dalam menghalau serangan Omicron bisa kita minimalkan,” kata dia.

“Komitmen pemerintah harus dibuktikan dalam pelaksanaan/penerapannya. Jangan pilih kasih, apalagi menjadikan peraturan sebagai macan kertas,” tukasnya.

Corona Varian Omicron Merebak, DPR: Pengawasan Aturan Baru Karantina Harus Ekstra Ketat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar