logo


Munarman: Kasus Saya Ini Adalah Fitnah Besar

Terdakwa kasus terorisme, Munarman, meminta jaksa menyerahkan BAP saksi dalam perkaranya

1 Desember 2021 12:33 WIB

Munarman
Munarman Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Terdakwa kasus terorisme, Munarman, meminta jaksa menyerahkan berita acara pemeriksaan (BAP) saksi dalam perkaranya. Jaksa tidak memberikan BAP saksi ke pihak Munarman untuk melindungi identitas saksi. Hal itu diatur dalam Pasal 32 ayat 2 UU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Oke kalau ini yang jadi dasar hukumya, silakan ditutup saja identitasnya di BAP itu kalau untuk kami, kan bisa foto copy, ditutup. Tapi kalau secara azas prinsipnya ini harus ditindak lanjuti dengan Pasal 33 dan Pasal 34 a pasal 34 a (UU 5/2018) itu menyebutkan perlindungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 diberikan kepada penyidik penuntut umum, hakim, petugas, dan keluarganya, itu dilaksanakan 34 a perlindungan sebagaimana dalam pasal 33 kepada pelapor, ahli, saksi, beserta keluarga dari ancaman fisik dan mental, kerahasiaan identitas, pemberian keterangan pada saat pemeriksaan persidangan tanpa bertatap muka, sudah diatur di sini," jelas Munarman dalam sidang di PN Jaktim, Rabu (1/12).

"Tanpa tatap muka bisa saja dengan terdakwa dan pemberian keterangan tanpa hadirnya saksi. Artinya BAP-nya boleh yang dilakukan secara jarak jauh melalui audio visual," imbuhnya.


Munarman Jalani Sidang Online Kasus Dugaan Terorisme, Kuasa Hukum Keberatan

Munarman mempersilakan apabila jaksa dan hakim merahasiakan identitas saksi. Namun, ia tetap meminta BAP saksi diberikan kepadanya.

"Saksi-saksi yang saya ketahui di dalam perkara saya ini, karena apa saya tahu saksi-saksinya? Karena kan dilakukan rekonstruksi sebelumnya pada saat penyidikan ya itu terdakwa semua, mereka itu sekarang. Mau apalagi, orang mereka dalam penjara juga kok. Yang dilindungin mana? Saksinya-saksinya mana? Kalau saksi-saksi di luar, oke silakan, tapi saya minta BAP nya dan silakan ditutup identitas mereka," ucapnya.

Munarman mengatakan bahwa BAP tersebut untuk kepentingan pembelaan dirinya. Munarman mengatakan bahwa kasus terorisme yang menjeratnya adalah fitnah.

"Jadi ada jalan keluar semua, sementara untuk saksi-saksi yang sama-sama sebagai tersangka, atau terdakwa itu saya minta diberikan BAP nya karena saya sangar berkepentingan dengan perkara ini untuk pembelaan diri saya karena kasus saya ini adalah fitnah besar terhadap diri saya, tidak sesuai dengan kenyataan apa yang ada dalam diri saya. Jadi itu saya mohon kepada majelis hakim lebih melihat substansi keadilannya yang menimpa diri saya," pungkas Munarman.

Meminta Hadir Langsung di Sidang, Munarman Singgung Habib Rizieq

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata