logo


Menag: Omicron Kita Waspadai tapi Tidak Perlu Dikhawatirkan

Yaqut mengatakan bahwa Omicron memiliki kombinasi mutasi berbahaya dari varian lain

30 November 2021 15:10 WIB

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisi VII DPR khawatir terhadap varian baru Covid-19 Omicron jika jemaah umroh diberangkatkan pada Desember 2021. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa varian baru tersebut memang perlu dikhawatirkan tapi jangan terlalu berlebihan.

"Memang Omicron, Bapak-Ibu sekalian, ini cucu dari virus Covid-19, yang menurut data yang saya punya, memang, gimana ya, perlu dikhawatirkan, tapi tidak perlu berlebihan," kata Yaqut saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di gedung MPR/DPR, Selasa (30/11).

Yaqut mengatakan bahwa Omicron memiliki kombinasi mutasi berbahaya dari varian lain.


PDIP: Ibu Megawati Berpesan Jangan Anggap Remeh Varian Omicron

"Data yang saya dapat dari Menkes, Omicron punya kombinasi key mutation atau mutasi berbahaya yang dimiliki variant of concern lain, jadi anak-anak virus Covid-19 itu masing-masing memiliki varian berbahaya, dan varian-varian berbahaya dari virus Covid ini menyatu dalam Omicron, kira-kira gitu, ini perkiraan semua," kata Yaqut.

Yaqut menyebut Omicron memiliki potensi penularan tinggi dan penurunan efektivitas respons imun. Meski begitu belum ada bukti bahwa Omicron memiliki keparahan yang tinggi.

"Omicron memiliki potensi atau kemungkinan penularan tinggi dan penurunan efektivitas respons imun antibodi yang sebelumnya terbentuk dari infeksi maupun vaksinasi, jadi antibodi yang sudah dibentuk karena pernah kena atau karena vaksin itu bisa dihindari oleh jenis virus Omicron ini, tapi tidak ada bukti keparahan yang tinggi dibanding varian of concern lainnya. Jadi menyebar lebih cepat tapi tingkat keparahannya mild jadi tidak terlalu kuat," ujarnya.

"Jadi sekali lagi bahwa Omicron kita waspadai tapi tidak perlu dikhawatirkan, insyaallah kita selamat selama kita menjaga protokol dengan baik dan rajin berdoa dan menabung supaya bisa pergi haji dan umroh," lanjut Yaqut.

Kabar Gembira! Jemaah Umroh RI Diberangkatkan Bulan Desember

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata